Model
EkonomiPematangsiantarPeristiwaRegionalSeremonial

Harga Bahan Pokok di Pasar Dwikora Pematangsiantar Kembali Naik. Pedagang Rumah Makan Tertekan

381
×

Harga Bahan Pokok di Pasar Dwikora Pematangsiantar Kembali Naik. Pedagang Rumah Makan Tertekan

Sebarkan artikel ini

SIANTAR I DIAN24NEW.com
Gelombang kenaikan harga bahan pokok kembali menerpa Pasar Tradisional Dwikora, Kota Pematangsiantar. Sudah berlangsung beberapa minggu, lonjakan ini membuat pedagang, terutama pengusaha rumah makan kian kewalahan menutup biaya operasional harian.

Salah satu pedagang ayam potong, Dani, menyebut harga ayam kini menyentuh Rp38.000 per kilogram, naik signifikan dari sebelumnya yang masih rata rata di angka Rp30.000.

“kenaikan bertahap makin terasa awal mula kegiatan Makan Gizi Gratis (MBG) di sekolah-sekolah. Kayaknya bisa berlanjut sampai Natal dan Tahun Baru,” ujarnya dani.

Tak hanya ayam, pedagang rumah makan Rani juga mengeluhkan naiknya harga sayur-mayur. Kangkung yang biasanya Rp5.000/ikat kini menjadi Rp10.000, sedangkan timun yang biasanya berada di kisaran Rp6.000–Rp7.000/kg kini tembus Rp11.000. Harga cabai pun ikut merangkak naik mengikuti kondisi pasar.

Baca Juga  Bunyi Klakson Mobil Selamatkan Satu Keluarga di Simalungun dari si Jago Merah yang Melahap Rumahnya

“Kami pedagang ini serba sulit. Semua bahan naik, tapi kami belum bisa menaikkan harga makanan. Untuk sekarang kami masih bertahan dengan harga standar,” keluhnya.

Pedagang Pasar Dwikora, Pak Tia Manurung, menjelaskan ke Dian24new Kamis, (11/12/2025) pagi, bahwa kenaikan harga dipicu semakin langkanya pasokan sejumlah komoditas.

“Semuanya sekarang mahal, bang. Banyak bahan-bahan yang langka, terutama minyak. Karena BBM susah didapat sempat viral beberapa hari, itu berdampak ke harga barang lain yang ikut naik,” katanya.

Ia merinci beberapa komoditas yang mengalami kenaikan paling mencolok:
Cabai merah: Rp68.000 per kg
Cabai rawit: Rp60.000 per kg
Bawang merah: Rp42.000 per kg
Bawang putih: Rp32.000 per kg
Tomat: Rp6.000 per kg

Baca Juga  PKN di Harap Mampu Mendukung

Sementara untuk komoditas tertentu seperti timun, Tia memilih berhenti menjualnya. “Dimun (timun) nggak jual, bang. Mahal kali harganya,” ucapnya.

Menurutnya, kenaikan harga bawang baik merah maupun putih menjadi yang paling sering dikeluhkan pembeli dalam beberapa hari terakhir.(***)