Model
MingguanNasionalPeristiwaRegionalSeremonialSimalungunTeknologiUncategorized

Pekerjaan Rabat Beton di Simalungun Dituding Asal-Asalan, Kerugian Capai Rp298 Juta

647
×

Pekerjaan Rabat Beton di Simalungun Dituding Asal-Asalan, Kerugian Capai Rp298 Juta

Sebarkan artikel ini

SIMALUNGUN I DIAN24NEW.com
Pekerjaan rabat beton di Desa Baja Dolok, Kecamatan Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, diduga dikerjakan asal-asalan dengan anggaran Rp298.490.000 dari APBD Simalungun. Pekerjaan ini diduga tidak menggunakan lapisan beskos (basecose) yang merupakan standar konstruksi jalan beton, sehingga berpotensi menyebabkan keretakan dini dan penurunan permukaan beton.

Pekerjaan yang diduga tanpa beskos dan tidak gunakan pengerasan tetapi rabat beton sudah dibuat oleh pemborong. Ketika ditanyai pekerja katakan, tidak tahu siapa pemborong nya dan bagaimana pekerjaan ini, sebut mereka.

Pemerhati pembangunan R. Siahaan Rabu, (17/12/2025) mengatakan, Menghilangkan lapisan beskos dapat dianggap menyimpang dari spesifikasi teknis standar konstruksi jalan atau lantai beton yang baik, dan dapat menyebabkan: Keretakan dini Rabat beton lebih rentan mengalami keretakan, bahkan sebelum difungsikan sepenuhnya.

Baca Juga  Warga Mekar Bahalat Gotong Royong Dijalan Desa Pemerintah Desa Mau Bangun Rabat Beton

Penurunan Permukaan beton bisa menjadi tidak rata atau amblas di area tertentu karena tanah dasar tidak stabil atau tidak padat secara merata.
Diharapkan pengawas pekerjaan turun ke pekerjaan tersebut supaya tidak melanggar peraturan bangunan dan menghilangkan dana Pemkab Simalungun.

Pekerjaan rabat beton, apabila jalan sebelumnya banyak lubang harus ada lapisan penguat (basecose) tanpa basecose bisa mengakibatkan lemahnya kekuatan rabat beton tersebut. Karena pengawas jarang datang kelokasi sehingga kurang pengawasan maka pekerjaan asal jadi, katanya

Ketika dikonfirmasi kepada kepala dinas PU Kabupaten Simalungun Hotbinson Damanik tidak ada respon.

Sementara dikonfirmasi PPK PU Kabupaten Simalungun Olim Purba tidak juga merespon awak media sampai berita ke meja redaksi. (***)