SIMALUNGUN I DIAN24NEW.COM
Satuan Narkoba Polres Simalungun kembali menorehkan prestasi dalam perang melawan narkoba. Melalui Operasi Antik Toba 2026 periode 13 Mei hingga 2 Juni 2026, Sat Narkoba membukukan pencapaian tertinggi sepanjang sejarah operasi serupa di wilayah hukum Polres Simalungun.
Keberhasilan itu diumumkan dalam press release, Rabu 3 Juni 2026 pukul 10.00 WIB di Aula Polres Simalungun, Jalan Jon Horailam Saragih No. 110, Pematang Raya. Kegiatan dipimpin Wakapolres Simalungun Kompol Imam Alriyuddin SH MH mewakili Kapolres, dan dihadiri Kasat Narkoba AKP Carles Hartono Nababan SH, Kasi Humas AKP Verry Purba, Kasi Propam AKP Gomgom Silaen, Kasi Tik IPDA Daniel Suranta, unsur Kanit Sat Narkoba, para tersangka, serta puluhan wartawan.
Kasi Humas AKP Verry Purba yang dikonfirmasi pukul 14.25 WIB menyebut kegiatan ini bentuk nyata Polri berintegritas dan humanis melayani masyarakat.
Wakapolres Kompol Imam Alriyuddin memaparkan data capaian operasi. Selama tiga pekan, Sat Narkoba mengungkap 32 kasus tindak pidana narkotika dengan 53 orang tersangka. Barang bukti yang diamankan: ganja 389,56 gram, sabu 535,51 gram, dan ekstasi 31,5 butir. Sebagian barang bukti sudah dikirim ke Bidlabfor Polda Sumut untuk uji laboratorium forensik. Wilayah dengan TKP terbanyak tercatat di Kecamatan Bandar, Dolok Batu Nanggar, Siantar, dan Bosar Maligas.
“Pencapaian dalam operasi ini merupakan yang tertinggi dari tahun-tahun sebelumnya. Kami juga berharap kepada seluruh lapisan masyarakat untuk bekerja sama memberantas narkoba di Kabupaten Simalungun. Jika mengetahui peredaran narkoba, jangan ragu hubungi kami. Kerahasiaan dijamin. Bisa menghubungi 110 atau langsung ke Sat Narkoba Polres Simalungun, sehingga kita bersama menyelamatkan anak bangsa menuju Indonesia Emas 2045 yang terbebas dari narkoba,” ujar Kompol Imam Alriyuddin.
Kasat Narkoba AKP Carles Hartono Nababan SH mengaku hasil operasi jauh melampaui target. “Kami diberikan target sebanyak 7 pengungkapan, namun hasilnya jauh melebihi target tersebut. Ini capaian terbaik dari tahun-tahun sebelumnya,” ucapnya bangga.
Beberapa operasi menonjol selama periode ini: penggerebekan dan pembakaran sarang narkoba di Tanah Jawa dengan 5 tersangka dan 99,74 gram sabu; pembongkaran jaringan lintas provinsi Aceh–Medan yang menyita 245 gram sabu dari 4 tersangka termasuk bandar pemasok utama; serta penggerebekan serentak dua Tempat Hiburan Malam yang mengamankan 2 pengunjung wanita dengan tes urine positif narkoba.
AKP Carles menyebut kunci keberhasilan adalah kolaborasi personel dan masyarakat serta strategi pengembangan jaringan terukur. “Kami melakukan pemantauan dan pengembangan jaringan narkoba dari Medan hingga Aceh yang telah kami pantau intensif,” ungkapnya. Sebagai langkah preventif, Sat Narkoba juga aktif bekerja sama dengan BNN untuk penyuluhan ke sekolah-sekolah di Simalungun.
Kapolres Simalungun AKBP Marganda Aritonang SIK SH MM menegaskan sikap tegas tanpa kompromi. “Tidak ada negosiasi terhadap seluruh penyalahgunaan narkotika. Kami akan terus memberantas narkoba,” pungkasnya. (th)







