Model
Peristiwa

Sakit Jantung dan Asam Lambung, Petani Asal Karo Ditemukan Meninggal Diladang Milik Warga Simalungun

117
×

Sakit Jantung dan Asam Lambung, Petani Asal Karo Ditemukan Meninggal Diladang Milik Warga Simalungun

Sebarkan artikel ini

SIMALUNGUN – DIAN24NEW 

Warga Nagori Purba Dolok, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara (Sumut) digegerkan dengan penemuan orang meninggal di ladang milik Hendri Sipayung, yang terletak di Nagori Purba Dolok, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun, Sabtu (23/9/2023), sekira pukul 15.00 Wib. 

Korban diketahui bernama, Pertibi Keliati (42), berprofesi sebagai petani, warga Jalan Kota Cane, Kelurahan Laucimba, Kecamatan Kaban Jahe, Kabupaten Karo. Korban meninggal duni diduga karena penyakit jantung dan asam lambung yang ia derita kambuh.

Kapolsek Purba, AKP Marolop Sinaga, dalam keterangannya menyatakan, “Kita telah melakukan prosedur standar dalam melakukan evakuasi dan pemeriksaan mayat, serta juga melakukan koordinasi dengan pihak keluarga korban. Berdasarkan pemeriksaan visum, tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh almarhum.”

Baca Juga  Kasi Perlindungan Hutan dan PM-KPH Wilayah II Pematang Siantar, Tigor Siahaan : Lebih Kurang 70 Hektar Lahan Hutan di sekitar Danau Toba Terbakar

Ia juga menambahkan, “Penyebab kematian korban, berdasarkan keterangan awal dan hasil pemeriksaan visum, adalah karena penyakit jantung dan asam lambung yang dideritanya. Selanjutnya, mayat korban akan diserahkan kepada pihak keluarganya untuk dimakamkan. Kami turut berduka atas meninggalnya korban.”

AKP Marolop Sinaga juga menghimbau kepada masyarakat untuk selalu menjaga kesehatan dan bila merasa tidak enak badan segera melakukan pemeriksaan kesehatan. “Rawatlah kesehatan kita. Bila merasa ada keluhan segera melakukan pemeriksaan dan pengobatan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan,” ujarnya.

Pertibi, berprofesi sebagai petani dan bertempat tinggal di Jalan Kota Cane, Kelurahan Laucimba, Kecamatan Kaban Jahe, Kabupaten Karo, ditemukan dalam keadaan telungkup dan tidak bernyawa. Menurut informasi awal, Pertibi meninggal karena penyakit jantung dan asam lambung yang dideritanya.

Baca Juga  Tak Panjang, Persoalan Baku Hantam di Siantar Utara Diselesaikan Diatas Materai

Mayat Pertibi selanjutnya dibawa ke Puskesmas Tigarunggu untuk dilakukan pemeriksaan visum luar. Hasil pemeriksaan menunjukan tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh almarhum. Keluarga korban, setelah menyaksikan hasil visum dan memastikan tidak ada kekerasan, memutuskan untuk tidak melakukan otopsi dan membuat surat pernyataan untuk itu.

Proses evakuasi dan pemeriksaan mayat dilakukan dengan prosedur standar, yaitu memeriksa Tempat Kejadian Perkara (TKP), pengambilan foto mayat, membuat sketsa TKP, melakukan visum luar, dan melaporkan kejadian tersebut kepada atasan. Seluruh proses ini dilakukan di bawah cuaca mendung. 

 

 

Editor.       :   Taman Haloho