SIMALUNGUN I DIAN24NEW.com
Peristiwa penembakan yang terjadi pada malam Natal di Kelurahan Sondi Raya, Kecamatan Raya, Kabupaten Simalungun, Rabu (24/12/2025) sekitar pukul 22.15 WIB, memicu keresahan dan kemarahan masyarakat. Insiden tersebut melibatkan seorang oknum ASN yang diduga menembakkan senapan angin dan airsoft gun ke arah warga.

Informasi yang diperoleh dari Polsek Raya menyebutkan, kejadian bermula dari laporan masyarakat terkait keributan di Perumahan Rorinata Sondi Raya. Personel Polsek Raya yang tiba di lokasi mendapati sekitar 100 warga berkumpul di depan rumah Sabarman Saragih.
Saat polisi berupaya melakukan mediasi untuk menenangkan situasi, Sabarman Saragih justru menolak dan diduga melepaskan sekitar 10 kali tembakan ke arah warga. Akibatnya, empat orang dilaporkan mengalami luka, sehingga memicu emosi massa.

Amukan warga tak terelakkan. Rumah pelaku mengalami kerusakan pada kaca jendela dan pintu utama. Satu unit mobil minibus Daihatsu Feroza dirusak, sementara tiga unit sepeda motor yang berada di garasi dikeluarkan dan dibakar massa.

Diketahui, pemicu awal kejadian berasal dari mobil pick up bermuatan besi yang dikemudikan Sabarman Saragih, yang menyangkut dan merusak lampu hias Natal di lingkungan perumahan. Saat ditegur warga bernama Sampetua Sihotang, pelaku justru melontarkan ucapan tidak pantas dan melakukan tindakan kekerasan dengan menyemprotkan cairan ke wajah korban.

Pelaku diketahui bernama Sabarman Saragih (48), seorang ASN yang bertugas di RS Polri Tebing Tinggi dan berdomisili di Perumahan Rorinata, Kelurahan Sondi Raya. Sementara warga yang menjadi korban antara lain Deardo Putra Mandasari Purba, Risjon Pardamoan Purba, Jhon Sendi Sahputra Sinaga, Sampetua Sihotang, dan Jan Rafael Saragih.

Menanggapi peristiwa tersebut, Ketua DPC GAMKI Kabupaten Simalungun, Defri C Damanik, S.Pd., Gr, menyampaikan kecaman keras. Ia menilai tindakan penembakan pada malam Natal sangat mencederai rasa keadilan dan ketenteraman masyarakat.

“Peristiwa ini sangat memprihatinkan. Malam Natal yang seharusnya membawa damai justru berubah menjadi mencekam akibat ulah oknum ASN,” ujarnya.

GAMKI Simalungun mendesak Polres Simalungun agar segera mengambil tindakan tegas dan transparan terh
adap pelaku. Pihaknya juga meminta dilakukan tes urine, pemeriksaan psikologis, serta pemberian sanksi tegas demi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Di akhir pernyataannya, GAMKI meminta perhatian Kapolda Sumatera Utara agar kasus ini ditangani secara serius, mengingat Sondi Raya selama ini dikenal sebagai wilayah yang aman dan kondusif. (***)








