SIMALUNGUN | DIAN24NEW.COM
Tim Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Satgas PRR Wilayah Sumatera Utara turun langsung melakukan monitoring dan evaluasi pemanfaatan Dana Transfer ke Daerah TKD di Kabupaten Simalungun, Rabu 28/10/2026. Monitoring ketat ini mengindikasikan masih perlunya pengawasan ekstra agar anggaran pusat tidak melenceng dari peruntukan.
Tim dipimpin Brigjen TNI Fadjar Tjahjono SIP selaku Kepala Koordinator Satgas PRR Wilayah Sumut, didampingi Agung Dwi Handayanto ST, Azwar Edie ST MT dari Kementerian PUPR, Radillas Ramadhalilla SSTP MA dan Ungky Nurjanah dari Kemendagri, serta Serda TNI Muhammad Rafii Nadir. Turut mendampingi Kepala Dinas PUTR Simalungun Ir Hotbinson Damanik.
Lokasi yang ditinjau yakni SMP Negeri 1 Gunung Malela, Ruas Jalan Serapuh-Gajing-Bandar Siantar, Pustu Mariah Jambi Kecamatan Jawa Maraja Bah Jambi, dan Pustu Karang Sari Kecamatan Gunung Maligas – sektor pendidikan, jalan, dan kesehatan yang selama ini kerap dikeluhkan warga karena kondisi rusak dan pelayanan minim.
Kepala Dinas PUTR Ir Hotbinson Damanik mengakui monev ini menjadi bahan evaluasi.
“Monitoring dan evaluasi ini menjadi bahan penting bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelaksanaan pembangunan,” ujarnya, mengisyaratkan masih ada kekurangan dalam pelaksanaan pembangunan di lapangan.
Brigjen TNI Fadjar Tjahjono menyampaikan apresiasi kepada Pemkab Simalungun atas pemanfaatan anggaran dari Presiden Prabowo Subianto.
“Dengan penuh rasa hormat dan bangga, saya menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Simalungun yang telah bekerja keras dengan baik dalam memperhatikan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Namun apresiasi tersebut dinilai belum sepenuhnya dirasakan merata. Di tengah klaim pembangunan, fakta di lapangan menunjukkan masih banyak ruas jalan kabupaten yang rusak parah, sekolah dengan fasilitas terbatas, dan Pustu yang kekurangan tenaga dan obat-obatan. Kunjungan Satgas PRR ini sekaligus menjadi sinyal bahwa penggunaan TKD masih harus diawasi secara transparan dan tepat sasaran, bukan sekadar seremoni laporan.
Warga Nagori Pematang Gajing, Ngatinem, menyampaikan terima kasih atas perbaikan jalan.
“Kami berterima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto dan Bapak Bupati Simalungun atas perhatiannya membangun jalan di wilayah kami. Jalan yang semakin baik sangat membantu mobilitas dan memperlancar kegiatan ekonomi masyarakat,” ungkapnya.
Pernyataan warga tersebut justru menegaskan betapa sebelumnya akses jalan di wilayah itu sangat memprihatinkan dan baru tersentuh setelah adanya kucuran dana pusat.
Pemkab Simalungun di bawah Bupati Dr H Anton Achmad Saragih mengklaim terus mendorong pembangunan berorientasi kebutuhan masyarakat. Namun tanpa transparansi anggaran, pengawasan independen, dan percepatan pemerataan infrastruktur hingga ke pelosok Nagori, janji peningkatan kesejahteraan dikhawatirkan hanya berhenti pada seremoni monitoring. (th)








