SIMALUNGUN – DIAN24NEW
Pasca digelarnya Audensi ke Kantor Bupati Simalungun dan DPRD Simalungun oleh Para Pegawai PDAM TL se-Simalungun beberapa waktu lalu akibatnya di duga ada intimidasi dan banyak yang dimutasi oleh Dirut PDAM Dodi Mandalahi ucap sumber saat ditemui Rabu ( 8/11 ).
Lanjutnya bahkan saat ini banyak sarana air minum yang rusak parah karena terkena longsor, namun Dirut Dodi Mandalahi dan Kabag Nina Kurnia Sitanggang mengabaikannya tetapi lebih mementingkan mengantar langsung Surat Perintah Tugas (SPT) ke masing masing pegawai yang dimutasikan di lain lain cabang. Demikian disampaikan oleh sumber terpercaya yang tidak mau namanya disebut.
Di ketahui ratusan KK warga Dolok Parmonangan, Tiga Dolok, Bandar Dolok Kecamatan Dolok Panribuan dan Nagori Dolok Oarriasan Kecamatan Jorlang Hataran dan bahkan di wilayah lain sudah menjelang dua pekan tidak dapat menikmati Air Minum Bersih dari PDAM TL.
” Sudah hampir dua pekan air minum mati. Air minum, mandi, kamar mandi dan nyuci sangat susah. Sehingga kami harus ke Umbul Manigom mengangkut air menggunakan zerigen. Entah kenapa lama sekali diselesaikan oleh pegawai,” Keluh boru Saragih warga Tiga Dolok.
Pantauan di lokasi tanah longsor di Huta Naga, Nagori Dolok Parmonangan, yang mengakibat kan puluhan pipa induk patah sehinga air bersih terputus, di temui beberapa pegawai PAM dari Kantor PDAM Simalungun dan para pegawai setempat sedang memperbaiki. Ditanyakan kenapa lama sekali selesai dikerjakan pipa air minum ini? Salah seorang pekerja mengatakan bahwa terhambat penyaluran bahan dari Kantor Besar PDAM Simalungun.

” Terlambat penyaluran bahan dari Kantor Pusat PDAM TL Raya sehingga pengerjaannya agak terlambat selesai, ” Bener Sumber.
Sangat disesalkan! Dodi selaku Dirut tidak mengutamakan penanggulangan kerusakan malah lebih mengutamakan turun ke berbagai canbang mengantarkan SPT mutasi bersama Kepala Bagian Umum Nina K. Sitanggang.
” Dirut tidak memikirkan kebutuhan primer pelanggan. Tetapi hanya memikirkan pemutasian para pegawai yang menuntut hak nya. Ada informasi bahwa Badan Pengawas PDAM Tirta Lihou akan manggil jakaran Direksi PDAM TL terkait permasalahan yang sedang terjadi di internal PDAM saat ini, ” Ucap sumber.
Diberitakan sbelumnya sekitar Lima Puluhan Pegawai PDAM Tirta Lihou dari Semua Cabang di Simalungun datangi Kantor Bupati Simalungun dan DPRD Simalungun untuk Audensi Selasa (24/10).
Maksud kedatangan Pegawai BUMD ini adalah menyampaikan Mosi Tidak Percaya mereka terhadap Direktur Utama Dodi Ridowin Mandalahi S. Pd dan Kepala Bagian Umum Nina Kurnia Sitanggang.
Mewakili Bupati Simalungun Radiapoh H. Sinaga para pegawai berseragam biru ini di sambut oleh Sekda Pemkab Simalungun Estonia Sinaga. Sikap arogan Sekda sempat mengusir para pegawai namun karena bertahan dan tidak mau bubar maka akhirnya beberapa orang perwakilan di persilahkan masuk ke Ruangan sekda untuk Audensi.
“Ada pun tuntutan kami adalah sebagai berikut :
Dirut PDAM Tirta Lihou Dodi Ridowin Mandalahi S. Pd telah menjabat Empat belas bulan (Augustus 2022 – Oktober 2023), dinilai tidak mampu memimpin. Hal itu dibuktikan dengan jumlah pelanggan yang tidak ada pertambahan. Dimana Juli 2022 pelanggan berjumlah 38.360 SR. Dan hingga saat ini cuma berjumlah 38.611 SR.
Kesejahteraan Pegawai tidak diperhatikan, bahkan insentif yang biasa diterima pada tanggal 13 Januari, tidak lagi tersalur. Sementara pengakuan Dirut bahwa pada 06/05/23 pendapatan naik menjadi 1,9 M – 2,3 M. Namun diketahui uang tersebut tidak ada di Kas. Dalam hal pegawai menuntut kenaikan gaji.
Pegawai PDAM TL sering mendapat amarah dari pelanggan akibat lambatnya penanganan kerusakan karena selalu lambatnya pendistribusian bahan. Hal ini sering terjadi, dimana Kabag terkait dan juga Dirut sudah menyetujui pendistribusian tetapi jika KBU Nina Sitanggang tidak menyetujui maka bahan tidak jadi dikeluarkan.
Editor. : Taman Haloho
Wartawan. : Matius Waruwu







