Model
EkonomiInternasionalMingguanNasionalPeristiwaRegionalTeknologiUncategorized

Skandal MBG di Asahan: Alpokat Muda Dibagikan kepada Anak Sekolah

740
×

Skandal MBG di Asahan: Alpokat Muda Dibagikan kepada Anak Sekolah

Sebarkan artikel ini

ASAHAN I DIAN24NEW.COM
Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD Negeri, Pulau Rakyat, Asahan, jadi sorotan setelah alpokat muda dibagikan kepada anak sekolah.

Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di beberapa SD Negeri, Kecamatan Pulau Rakyat, Kabupaten Asahan, menjadi sorotan setelah ditemukan adanya buah alpokat dalam kondisi pentil (muda) yang dibagikan kepada penerima manfaat program.

Berdasarkan pantauan di lapangan, paket menu kering/basah dialokasikan 3 hari konsumsi untuk Penerima Manfaat (PM) hanya dikemas dalam kantong plastik keresek.

Berdasarkan investigasi dalam satu paket menu yang diberikan pada Kamis (26/2/26) terdiri 1 buah jeruk, 1 buah apel, 3 biji roti isi colat, 2 butir telur ayam rebus dan yang paling disorot adalah terdapat satu buah alpokat muda kondisinya masih kecil.

Baca Juga  Polisi Mediasi Unjuk Rasa Serikat Buruh di Depo PT Indomarko Prismatama, Hasilnya Berbagi Pekerjaan Bongkar Muat 

“Paket menu tersebut diberikan untuk selama tiga hari, dari hari ini Kamis sampai hari Sabtu (26 – 28/2/26)”, kata salah seorang wali murid yang namanya enggan disebutkan, Kamis (26/2/26).

Bila dikokulasikan biaya untuk 1 porsi menu MBG yang digunakan untuk 3 hari adalah : 1 buah apel Rp 3.000 + 1 jeruk manis Rp 2.000 + 2 butir telur ayam rebus Rp 4.000 + 3 biji roti isi coklat Rp 3.000, dan 1 bual alpokat muda Rp 1.000 dengan jumlah keseluruhan lebih kurang Rp 13.000 (Tiga Belas Ribu Rupiah).

Kordinator MBG Kecamatan Pulau Rakyat, Ari saat dikonfirmasi wartawan mengakui alpokat itu diberikan masih dalam kondisi mentah agar tidak membusuk, namun ia tidak bisa menjamin alpokat itu sudah bisa dimakan dalam waktu dua atau tiga hari, karena selain mentah dan muda ukurannya sangat kecil.

Baca Juga  Tanggul Sungai Asahan Jebol, Rumah Warga di Asahan Terendam Banjir

“Untuk menu buah pokat tersebut kita buat di hari Sabtu pak”, jawab Ari melalui pesan whatsapp, Kamis (26/2/26).

” Ijn pak, jadi emang tidak terlalu masak kita berikan”, pungkasnya.

Secara terpisah Kepala SDN 017961 Kedai Kawat, Ebty Dwi Wati, S.Pd yang dihubungi wartawan terkait adanya menu MBG yang didistribusikan ke sekolahnya juga diakui menunya sangat tidak wajar.

“Udah bolak balek ku tegur itu pak, saya bilang ke Ari paketnya dibawa pulang orang tuanya dihitung, tapi dia bilang sudah sesuai hitungan”, ungkap Ebty. (***)