SIMALUNGUN – DIAN24NEW
Proyek pembangunan fisik Leaning Saluran Air di Bahu Jalan Lintas Perdagangan -Siantar tepatnya di Simpang Proyo Nagori Sah Kuda Bayu Kecamatan Gunung Malela Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara (Sumut) ditenggarai tanpa dilengkapi papan proyek alias siluman, Sabtu (18/11/2023)
Diduga hal itu sengaja dilakukan oleh pihak pelaksana kegiatan anggaran (PKA), guna menutupi besaran anggaran biaya agar tak termonitor oleh masyarakat. Diduga pelaksana pekerjaan telah mengangkangi UU tentang keterbukaan informasi publik.
Diketahui bahwa kewajiban memasang plang papan nama tersebut tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 54 Tahun 2010 dan Perpres Nomor 70 Tahun 2012. Selain itu ada Permen PU No.12 Tahun 2014 tentang pembangunan drainase kota, infrastruktur, jalan dan proyek irigasi.
Regulasi ini mengatur setiap pekerjaan bangunan fisik yang dibiayai negara wajib memasang papan nama proyek.
Dijelaskan, pentingnya informasi papan nama tersebut, di antaranya memuat jenis kegiatan, lokasi proyek, nomor kontrak, waktu pelaksanaan proyek dan nilai kontrak serta jangka waktu atau lama pengerjaan proyek.
Pantauan awak media di lokasi proyek pada Sabtu (18/11/2023) terlihat pekerjaan fisik Pembangunan protek learning saluran air tampak pengerjaannya asal jadi. Pembangunannya seperti ular, terlihat bengkok- bengkok diduga tidak memenuhi standard RAB.
Bahkan, tidak terpampang papan informasi kegiatan di lokasi pekerjaan. Sangat di sayangkan pemerintah sudah menggolontorkan anggaran APBD pembangunan proyek tersebut tidak ada yang yang mengawasi maupun konsultannya.
Menurut Sugino dari Lembaga Swadaya Masyarakat TIPIKOR selaku sosial kontrol yang ditemui di lokasi pembangunan semua pekerja tidak ada yang memakai APD, yang anehnya lagi pekerja ada salah satu orang asing ikut bekerja di tempat proyek itu.
“Kita lihat bahwa pekerja tidak menggunakan APD. Selain itu ada juga TKA ( Tenaga Kerja Asing) Lalu ketika ditanyakan orang asing itu tidak bisa berbahasa Indonesia. Para pekerja bilang itu orang asing ( Taiwan ) ikut kerja disini,” Ucap Sugino.
Pada hal masyarakat pribumi sangat banyak membutuhkan pekerjaan pembangunan itu. Masih pekerja bilang bahwa orang asing itu beberapa hari yang lalu di datangi pihak yang berwajib (polisi) diperiksa pasfort nya.
Pembangunan proyek learning saluran air tampak pengerjaannya asal jadi pembangunannya seperti ular bengkok- bengkok tidak memenuhi standard RAB.
Secara lintas seorang LSM FRAKSI (Forum Rakyat Advokasi Sosial Indonesia) memperhatinkan bangunan proyek yang di kerjakan PT. BMIS diduga kurang pengawasan dan ada pembiaran.
Dinas PUPR provinsi dan Dinas terkait diharapkan segera turun langsung ke lokasi pembangunan proyek leaning saluran air yang pekerjaan nya seperti jalannya ular bengkok bengkok.
” Kita berharap diberikan sangsi atau perbaikan kembali sehingga pembangunannya lurus dan rapi sesuai RAB. Pembangunan proyek leaning saluran air di bahu jalan lintas Perdagangan – Siantar yang di kerjakan PT BMIS harusnya menunjukan pembangunannya yang rapi dan enak di pandang, eh,Mala terkesan amburadul, ” Ucap Sugino.
Sampai berita ini diturunkan ke redaksi, PT. BMIS, selaku rekanan yang mengerjakan proyek Pembangunan Leaning Saluran Air tersebut belum dapat ditemui untuk dikonfirmasi, guna mengetahui dan meminta tanggapannya terkait proyek tersebut.
Editor. : Taman Haloho
Wartawan. : Matius Waruwu







