Model
KriminalMingguanNasionalPematangsiantarPeristiwaRegional

Ini Klarifikasi Dokter Forensik RSUD Djasamen Saragih Tentang Berita Penganiayaan ASN Satpol PP

314
×

Ini Klarifikasi Dokter Forensik RSUD Djasamen Saragih Tentang Berita Penganiayaan ASN Satpol PP

Sebarkan artikel ini

SIANTAR I DIAN24NEW.COM
Dokter Forensik RSUD Djasamen Saragih Kota Pematangsiantar, dr JAS Sp,Fm, mencoba membersihkan diri dari setiap tudingan terkait kasus penganiayaan terhadap SZ (33), ASN Satpol PP. dengan
memberikan klarifikasi dihadapan puluhan wartawan, Selasa (7/4/2026), di salah satu Cafe di Jalan Asahan,

dr JAS Sp,Fm, membantah bahwa ia tidak terlibat atau tidak ada melakukan penganiayaan seperti yang dituduhkan oleh korban SZ, warga Jalan Viyata Yudha, Kelurahan Setia Negara, Kecamatan Siantar Sitalasari Kota Pematangsiantar. “Tidak ada saya ikut menganiaya korban, saya hanya melerai disana. Makanya saya bingung kenapa sampai ada lapor saya turut dituduh ikut melakukan penganiayaan tindakan kriminalitas Saya siap menghadapi proses hukum atas kasus tersebut.,” kata dr JAS Sp,Fm,

“Saya di lokasi bukan untuk melakukan kekerasan, melainkan untuk menjaga situasi agar tetap kondusif. Namun demikian, saya tetap menghormati proses hukum yang berjalan,” katanya

Diakui dr JAS, bahwa Minggu 5 April 2025 malam ia memang bersama IAT (Abang ipar korban SZ) bekerja di Kantor Perpajakan Tanjung Pinang, berdama PS, GS dan MS. Dimana, situasi malam itu IAT tampak disulut marah dan emosi, dengan mengendarai mobil pribadinya IAT pergi menuju rumah SN., tanpa mengajak kami, IAT pergi sendiri. Melihat kepergian IAT, dan takut akan terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, ia dan teman- teman mengikuti dari belakang, menggunakan mobil ambulan.

” Sesampainya di depan rumah SZ, saya di dalam mobil ambulan. IAT dan SZ langsung berkelahi, SN dibantu abangnya FZ mengeroyok IAT lalu saya turun bersama teman -teman melerai perkelahian itu. Jika tidak dilerai, IAT pastinya sudah terkena pukulan batu besar oleh FZ yang saat itu, ditangannya sudah memegang batu besar dan hendak memukulkan ke tubuh IAT,” jelas dr JAS,

Lanjut dr JAS, tidak ada saya ikut melakukan penganiayaan, keberadaan saya dan teman -teman disana hanya untuk melerai.Mereka itu masih satu keluarga. Dimana, IAT adalah merupakan suami dari Kaka (Abang ipar) SZ dan FZ. Dimana, FZ itu orangnya emosian dan nekat. Saya juga sudah banyak membantu merrka, sampai – sampai pernikahan FZ itu saya yang bantu Bang, kenkampungnya di Nas oun saya sudah pergi, begitu juga dengan istri dari SZ, saya yang membertahukan informasi pekerjaan di rumah sakit, hingga istri SZ saat ini sudah bekerja disana ,” ungkap dr JAS

Baca Juga  Pencuri Mesin AC Kantor KSDA Pematangsiantar Dibekuk Polisi

Ketika disinggung soal kewajaran kedatangan mereka di malam hari dalam kondisi mabuk, dr JAS diam dan tidak menepisnya. “Gimana ya Bang, soal kewajaran dan tidak wajar meraka itu masih saudara. Dan kehadiran saya dan teman – teman disana bukan diajak IAT tapi inisiatif sendiri, kami datang sendiri dengan mengikuti dari belakang, guna mencegah hal – hal yang tidak diinginkan bang,” imbuhnya.

Kemudian soal tuduhan SZ kepadanya terkait ada 6 orang yang kutipan Rp35 juta untuk masuk menjadi pegawai badan layanan umum daerah (BLUD) RSUD Djasamen Saragih Kota Pematangsianta, yang salah satunya adalah istri SZ, dr JAS dengan tegas membantah.”tidak benar itu,tidak ada itu Bang. Saya hanya memberikan informasi kepada mereka. Karena saat itu kondisi kehidupan mereka sedang terpuruk, dan jika mereka berdua (suami istri) bekerja, beban mereka kan tidak terlalu berat Bang. Lagian, apa dasar saya untuk mengutip bang, saya hanya memberikan informasi saja sma mereka, tidak ada hal lain,. Jadi tidak benar aaya ada mengutip uang Bang,” aku dr JAS dengan tegas dan lantang

Dan soal rekaman vidio percakapannya (dr JAS) dengan IAT, diduga hendak menculik dan membunuh SN, Rabu malam (01/4/2026), 5 hari sebelum kasus penganiayaan itu terjadi, dr JAS mengelak ,” tidak ada itu Bang, itu hanya luapan emosi spontan saja. Tidak ada niat kami seperti itu Bang,” akunya.

Baca Juga  Angkut 11 Jerigen Minyak Pertalite dan 4 Jerigen Minyak Pertamax, Mobil Pick Up Grandmax Hangus Terbakar, ini Penyebabnya

dr JAS juga mengatakan bahwa IAT juga telah melaporkan SZ dan FZ terkait kasus pengeroyokan terhadap dirinya ke Polsek.

Sebelumnya, diberitakan Dian24New.Com Seorang pria inisial SZ, (33) warga Jalan Viyata Yudha, Kelurahan Setia Negara, Kecamatan Siantar Sitalasari Kota Pematangsiantar dianiaya oleh 5 orang pelaku, diantaranya oknum Dokter Forensik RSUD Djasamen Saragih Kota Pematangsiantar, inisial dr JAS Sp,Fm dan oknum Pejabat di Kantor Perpajakan Tanjung Pinang ,Kepulauan Riau (Kepri) inisial IAT, dkk

“Tiga pelaku lainnya lagi adalah inisial PS bekerja sebagai tukang, insial GS bekerja sebagai pemborong, dan identitas satu pelaku lagi tidak diketahui nya,” ucap ASN di Satpol PP Pemkab Deli Serdang yang saat ini sedang proses pindah Dinas Kerja dari Pemkab Deli Serdang ke Pemko Pematangsiantar, saat ditemui DIAN24NEW.COM, di kediamannya, Selasa (7/4/2026)

Salah satu pelaku merupakan juga merupakan keluarga dari korban (Abang Ipar korban). Korban merupakan anak bungsu dari 7 bersaudara. Dan salah satu pelaku suami dari Kaka korban (anak kedua dari 7 bersuadara)

“Oknum dokter forensik membenturkan kepala saya ke dinding tembok, lalu menendang saya, hingga saya jatuh tersungkur. Kemudian menginjak injak tubuh saya dipojok tembok,” ungkap korban, yang mengaku istrinya juga bekerja di RSUD Djasamen Saragih Kota Pematangsiantar itu.

“Sebenarnya, saya curiga bahwa mereka (para pelaku) berencana mau menculik saya. Pasalnya, pintu mobil ambulan yang dibawa mereka terlihat dibuka lebar, saat datang kerumah saya. Dimana, sebelum peristiwa penganiayaan ,(pengeroyokan) terhadap saya terjadi, tepatnya Rabu malam (01/4/2026), para pelaku juga sudah berencana untuk menculik saya. Hal ini saya ketahui adanya rekaman vidio yang saya dapat. Dimana dalam rekaman vidio tersebut, pelaku oknum pejabat pajak menelepon oknum dokter foerensi. Dan melalui telepon seluler, terdengar percakapan para pelaku diduga hendak menculik dan membunuh saya,” ungkap korban.

Baca Juga  Bukannya Kuliah, Mahasiswa di Siantar Malah "Edarkan" 400 Gram Ganja

Akibat penganiayaan (pengeroyokan) tersebut, korban mengalami kepala luka dan badan bengkak-bengkak dan lebam. Kasus penganiayaan inipun telah dilaporkan oleh korban ke Polres Pematangsiantar, berdasarkan Surat Laporan Polisi Nomor LP/B/184/IV/2026/ SPKT/Polres Pematangsiantar/Polda Sumatera Utara, Senin, tanggal 06 April 2026, pukul 02.04 Wib. Motif dibalik kasus penganiayaan (pengeroyokan) tersebut terkait sengketa warung kopi

Kepada wartawan, Korban SZ menceritakan peristiwa penganiayaan (pengeroyokan) itu berawal dari ke lima (5) pelaku menggunakan mobil ambulan dan mobil pribadi (dua mobil) mendatangi rumah korban. Dimana para pelaku dalam kondisi mabuk (minuman keras) Minggu 5 April 2025 sekira pukul 23.30 Wib. Diduga hendak menculik korban.

Datang ke rumah, turun dari mobil, posisi pintu mobil ambulan terbuka, langsung masuk keteras rumah korban dan langsung menggedor gedor rumah korban. “Datang ke rumah, digedor-gedor pintu rumahku, habis kubuka rumah tanpa basa basi, aku langsung dikeroyok (dianiaya) tanpa bicara sepatah katapun,” ungkap korban

Lebih lanjut kata korban, bahwa sejumlah pelaku merupakan orang yang dikenal korban.

Permasalahan pengeroyokan (penganiayaan) berawal dari adanya kerjasama saat membuat warung kopi 86, dimana dalam perjanjian pembuatan warung kopi dengan apabila ada keuntungan dana dibagi bersama, namun karena keuntungan hanya Rp61.000, pelaku tidak terima dan membuat perjanjian uang sewa setiap seminggu sekali harus bayar 500ribu.

“Warung kopi ini kan baru mulai, udah langsung minta banyak, padahal aku saja udah nombok 2 juta untuk gaji pegawai,” ucapnya.

Pelaku yang diduga melakukan pengeroyokan diantaranya, dr JAS Sp,Fm bekerja sebagai dokter Spesialis forensik RSUD Djasamen Saragih, IAT bekerja di Kantor Perpajakan Tanjung Pinang, PS bekerja sebagai tukang, GS bekerja sebagai pemborong, dan satu lagi tidak diketahui. (***)