SIMALUNGUN – DIAN24NEW
Dikira sedang memperbaiki lampu, seorang pria bernama Demi Inarson Silalahi (53) ditemukan tewas gantung diri dirumahnya, di Dusun Juma Dear, Nagori Simbou Baru, Kecamatan Raya, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara (Sumut), Senin malam (5/2/2024) sekira jam 18.30 Wib.
Jasad pria tersebut pertama kali ditemukan oleh tetangganya bernama Murniati Purba (44), yang saat itu mendatangi rumah korban guna untuk mencari istri korban bernama Hasianna br Hutasoit, Senin malam (5/2/2024) sekira jam 18.30 Wib. Tujuannya untuk membicarakan soal pekerjaan di ladang.
Saat itu, saksi melihat rumah dalam keadaan sepi dan tertutup, saksi yang merasa heran sempat memanggil istri korban yang kerap disapa dengan panggilan Omak Manase. Karena dipanggil beberapa kali tidak ada sahutan (Jawaban), lalu saksi mendekati pintu rumah yang ternyata tidak dikunci, karena saat ditolak pintu malah terbuka.
Selanjutnya, di antara cahaya lampu yang agak remang, saksi ada melihat sosok sedang tergantung, dan, saat itu, saksi belum curiga. Bahkan, menduga sosok yang tergantung itu sedang memperbaiki lampu. Dan ketika didekati, ternyata korban Demi Inarson Silalahi sudah dalam keadaan tergantung dan kaku tidak bergerak.
Melihat kejadian itu, spontan saksi berlari keluar rumah sembari berteriak, ”Tolonggggg……ada orang mati tergantung,” katanya yang kemudian teriakan saksi didengar para tetangga untuk berdatangan. Benar, menyaksikan korban tergantung menggunakan tali nilon.
Kemudian, temuan tersebut akhirnya disampaikan kepada Pangulu Nagori setempat, bernama Mohlan Saragih. Dan untuk selanjutnya diteruskan ke Polsek Raya, yang kemudian tiba di lokasi kejadian, tampak dipimpin Kapolsek Raya AKP SP Siringo-ringo dan anggota. Hadir juga personel Babinsa setempat.
Ketika dilakukan olah TKP dan jasad korban diturunkan, Mardiana Napitu selaku bidan desa (Bindes) melakukan pemeriksaan. Pada bagian leher korban ditemukan luka memar akibat bekas jeratan tali nilon sepanjang 1 meter.
Kondisi lidah juga terjulur dan dari alat kelaminnya ditemukan cairan sperma. Namun, tidak ditemukan kotoran dari bagian anus. Sementara, di bagian tubuh lain tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan.
Menurut keterangan warga kepada personel kepolisian, korban berstatus sebagai seorang bapak itu diduga memiliki masalah di tengah keluarga. Namun, korban dikatakan selalu tertutup dan jarang bergaul dengan warga sekitar.
Sementara, pihak keluarga merasa yakin bahwa korban yang bekerja sebagai petani itu meninggal karena gantung diri. Dan istri korban bernama Hasianna Br Hutasoit menolak jasad suaminya itu diautopsi. Sehingga, bersedia membuat surat pernyataan bermaterai tidak keberatan dan tidak menuntut secara hukum di belakang hari.
“Dengan adanya surat pernyataan itu, kita menyerahkan jenazah korban kepada pihak keluarga untuk disemayamkan,” kata Kapolsek AKP SP Siringoringo, Selasa (6/2/2024). (th)







