Example 120x600
EkonomiNasionalPeristiwaRegional

Sedendi Hidup Sebatang Kara dengan Tumor Jinak di Sekujur Tubuh, Harapkan Uluran Pemerintah

54
×

Sedendi Hidup Sebatang Kara dengan Tumor Jinak di Sekujur Tubuh, Harapkan Uluran Pemerintah

Sebarkan artikel ini

 

LABUHANBATU UTARA | DIAN24NEW.COM
Sedendi (42) warga Kampung Ayu Lingkungan VII, Kelurahan Aek Kenopan Timur, Kecamatan Kualuhulu, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) diduga menderita penyakit tumor jinak kulit, sekujur tubuhnya ditumbuhi benjolan-benjolan besar yang nyaris menyelimuti seluruh anggota tubuhnya.

Menurut bibinya, Rita, Sedendi atau akrab disapa Dendi memiliki penyakit aneh sejak lahir. Ia merupakan anak bungsu dari tiga bersaudara pasangan Dasiah (almarhumah) dan Suryadi.

Miris, ibunya meninggal dunia setelah melahirkan Sedendi, ayahnya bernama Suryadi pergi dari rumah semenjak Dendi masih kecil hingga sekarang tidak diketahui rimbanya. Begitu juga dengan kedua abang kandungnya pindah dari kampung itu tidak diketahui tempat tinggalnya, jangankan membantu nafkah melihat adiknya itu pun tak pernah.

Baca Juga  Pansus dan BPN Ukuran Ulang Lahan Eks Covid-19,, Pastikan Luas dan Batas Tanah Sesuai

“Ayahnya pergi meninggalkan Dendi sejak kecil hingga sekarang entah dimana rimbanya, begitupun juga keberadaannya kedua abangnya sudah bertahun-tahun tak pernah datang melihat adiknya”, ucap Rita saat ditemui wartawan sedang mendaftar diri sebagai calon penerima bantuan sosial (Bansos) yang didata oleh petugas Perlinsos dari Kelurahan Aek Kenopan Timur di halaman rumah kepala lingkungan VII, Wagiono, Rabu 04/11/26.

Rita berharap Sedendi juga bisa terdaftar sebagai calon penerima Bansos, sehingga nantinya bisa meringankan beban hidupnya dan mendapat perhatian dari pemerintah akan kesehatannya tidak semakin memburuk.

“Sedendi pernah dibawa berobat ke medis semasa ayahnya ada, tapi keterangan dokter bila benjolan yang di lehernya dipotong (dioperasi) bisa berisiko kematian”, ungkapnya.

Baca Juga  Istri Gagalkan Suami Bunuh Diri

Upaya pengobatan lebih lanjut, kata Rita tidak dilakukan karena ketiadaan dana. Awalnya penyakit kulit mirip kutil itu kecil tapi semakin lama bertambah banyak dan menjalar hingga menutup anggota tubuhnya dari kaki hingga kepala. Salah satunya benjolan yang tampak besar di lehernya bergantung mirip sarang lebah yang sering dikeluhkannya sakit.

Sementara itu Sekretaris Lurah (Seklur) Kualuhulu, Labura, Ade Irma ditemui wartawan saat mendampingi petugas Perlinsos mendaftar Bansos sudah mengetahui ada warganya yang menderita penyakit aneh itu.

“Iya, ini anaknya (Sedendi) sedang mau daftar Bansos, karena ia baru saja punya KTP. Selama belum ada KTP nya kami tetap memprioritaskan dia dapat bantuan seperti beras”, ungkapnya.

Baca Juga  Viral, Ratusan Warga Siantar Rela Mengantri Demi Mie Ayam Gerobak di Jalan Ahmad Yani

Menurut keterangan Ijon salah seorang tua di kampung itu, dulunya sebelum Sedendi lahir orang tuanya Suryadi pemburu kodok (pengobor) liar untuk dijual ekspor.

“Sejak ayahnya pergi entah kemana, Sedendi diasuh oleh paman dan bibinya. Sudah sepantasnya Dendi bisa mendapat perhatian dari pemerintah dengan memberi bantuan kelangsungan hidupnya dan kesehatan”, ujar warga itu. (th/Paimin)