Model

Model

Model
Simalungun

Terapkan Marharoan Bolon, Bupati Radiapoh Hasiholan Sinaga Wujudkan RSUD di Simalungun yang Handal, Maju dan Terpercaya

32
×

Terapkan Marharoan Bolon, Bupati Radiapoh Hasiholan Sinaga Wujudkan RSUD di Simalungun yang Handal, Maju dan Terpercaya

Sebarkan artikel ini

SIMALUNGUN – DIAN24NEW.COM

OLEH : Taman Haloho

Model

Gerakan Marharoan bolon yang diterapkan Bupati Simalungun Radiapoh Hasiholan Sinaga,SH,MH untuk membangun Tano Habonaron Do Bona diapresiasi masyarakatnya. Apresiasi dibuktikan dari 33 Kecamatan Kabupaten Simalungun Radiapoh Sinaga selaku Bupati dan Zony Waldy  selaku Wakil Bupati turut serta bersama masyarakat Marharoan Bolon (Bergotong royong) memperbaiki dan membenahi sejumlah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) yang ada di Wilayah Kabupaten Simalungun, terutama dalam peningkatan fasilitas kesehatan (Faskes) Menjadi Rumah Sakit (RS) yang Handal, Maju dan Terpercaya.

Handal berarti bahwa tenaga kesehatan dan tenaga non kesehatan yang bekerja di RSUD Kabupaten Simalungun haruslah profesional dan menjalankan etika profesi, standar profesi, standar pelayanan dan standar prosedur operasional; dalam bekerja memperhatikan aspek keselamatan (safety) dan keamanan (security); menggunakan metode yang tepat serta peralatan yang canggih mengikuti perkembangan ilmu dan pengetahuan kedokteran dan kesehatan. Maju berarti bahwa RSUD di Kabupaten Simalungun dapat memberikan solusi kesehatan perorangan terhadap masalah kesehatan setempat melalui pelayanan dan penelitian di bidang kedokteran dan kesehatan. Terpercaya berarti bahwa RSUD di Kabupaten Simalungun mengedepankan akurasi, prinsip efisiensi dan efektivitas serta kendali biaya dan kendali mutu dalam menjalankan aktivitasnya. 

Bagi orang nomor satu di kabupaten Simalungun Budaya peninggalan nenek moyang  Marharoan Bolon terus dilestarikan di tengah masyarakat untuk mencapai tujuan sesuai Visi Misi Bupati dan Wakil Bupati bawah Rakyat Harus Sejahtera. Konsep kerja sama atau gotong royong budaya Simalungun disebut Marharoan Bolon ini dijadikan landasan kerja, karena masyarakat percaya kerja sama sangat dibutuhkan guna mencapai tujuan bersama, sebelum era kolonialisme thn 1901 Marharoan Bolon kental dirasakan masyarakat, khususnya warga Kabupaten Simalungun. 

Ket Foto : RSUD Tuan Rondahaim di Raya

Haroan bolon berjalan di setiap aspek kerja kehidupan bagi warga masyarakat Simalungun seperti pada bidang Kesehatan, Pertanian, Pembangunan, Kehidupan Adat dan Sosial serta hal lainnya. Saat akan melaksanakan Haroan bolon masyarrakat menciptakan kesepakatan lebih dulu dalam waktu pelaksanaan gotong royong,namun di setiap kecamatan kabupaten Simalungun istilah Haroan bolon sudah tidak asing lagi.

Tradisi Haroan bolon yang disampaikan secara turun temurun oleh warga masyarakat kabupaten Simalungun merupakan wujud kearifan lokal dilakukan secara bergiliran (marsidapari)mengerjakan sawah secara bergantian kemudian ada yang dilakukan saat pesta (marhobas) dilakukan secara bersama saling membantu kemudian untuk kepentingan umum memperbaiki jalan. 

Ket Foto : RSUD Perdagangan

Marharoan bolon (gotong toyong) juga sebagai wadah untuk membina dan meningkatkan persatuan dan kekompakan tanpa memandang agama,suku,ras dan golongan. Kabupaten Simalungun yang masuk dalam wilayah Sumatera Utara dimana memiliki 33 kecamatan dengan luas daerah 438.660 ha atau 6,12 ?ri luas wilayah Provinsi Sumatera Utara, terdiri dari 386 desa/nagori dan 27 kelurahan dengan jumlah penduduk lebih dari 1 juta jiwa. Tentunya Kesehatan masyarakatnya jadi faktor terpenting yang harus paling utama mendapat perhatian dan prioritas program kerja dari kepala daerah. 

Hal tersebut pun menjadi salah satu program unggulan Bupati Simalungun, Radiapoh Hasiholan Sinaga SH bersama Wakil Bupati H Zonny Waldi,S Sos dalam menjalankan roda pemerintahan. Visi tersebut akan dicapai dengan berbagai upaya melalui sejumlah misi yang diterapkannya, yakni “Marharoan Bolon” yang selalu senantiasa digaungkan Bupati Simalungun Radiapoh Hasiholan Sinaga. 

Ket Foto : RSUD Parapat

Adapun misi yang dimaksud adalah:

Misi 1:
Memberikan pelayanan kesehatan perorangan secara bermutu dan terjangkau.
Misi 2:
Menyediakan sumber daya manusia dalam jumlah yang memadai, kompeten dan berperilaku taat terhadap standar dan etika.
Misi 3:
Menyediakan daya dukung lainnya yang dapat menjamin pemberian layanan berjalan optimal.
Misi 4:
Melakukan penelitian di bidang kedokteran dan kesehatan yang menjawab masalah kesehatan setempat.

Komitmen Bupati Simalungun Radiapoh Hasiholan Sinaga ini terlihat dari niat tulus dan kemauannya untuk melakukan sejumlah perbaikan dan peningkatan pelayanan kesehatan, di sejumlah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) yang ada di Kabupaten Simalungun, terutama dalam peningkatan fasilitas kesehatan (Faskes) lainnya.

Sebelumnya Bupati Simalungun yang akrab disapa RHS pernah menyampaikan komitmennya dalam mewujudkan Simalungun Sehat (Si Sehat) bagi semua warga tanpa terkecuali. 

Perdagangan, kota terbesar Simalungun, setelah ibukota Kabupaten Simalungun yakni Raya, misalnya, RSUD Perdagangan kini terus berbenah dalam hal pelayanan kesehatan maupun fasilitas pendukung dan penunjang layanan kesehatannya.

Direktur RSUD Perdagangan dr Lidya Saragih melalui Ka Bidang Pelayanan Medis drg Jeni Mardini MKM menerangkan bahwa RSUD Perdagangan saat ini Tengah menyiapkan layanan cuci darah atau hemodialisis (HD). 

Prosedur perawatan untuk menyaring limbah dan air dari darah, sama halnya seperti fungsi ginjal dalam tubuh. Sehingga prosedur ini bisa disebut sebagai pengganti ginjal yang sudah rusak.Diharapkan dalam waktu yang tak lama, layanan tersebut dapat dimanfaatkan pasien di RSUD Perdagangan. 

Poli Pelayanan lainnya pun tak kalah dalam meningkatkan layanan di RSUD Perdagangan sendiri, dimana, saat ini ada sejumlah poli. Yakni; poli penyakit dalam, poli obgyn, poli anak, poli bedah, poli paru, poli THT, poli neurologi, poli kejiwaan, poli jantung dan pembuluh darah, poli rehabilitasi medis, poli gigi dan poli umum. Masing-masing poli pun ditangani oleh dokter spesialis. 

Selain rawat jalan, tentunya RSUD Perdagangan juga melayani rawat inap. Ada 105 tempat tidur pasien yang disiapkan RSUD Perdagangan, untuk menampung pasien rawat inap dengan sejumlah fasilitasnya. Pelayanan kesehatan tersebut meliputi pasien umum maupun pasien terdaftar di BPJS. 

Ditemui di sela waktu kerjanya, drg Jeni Mardini pun menyampaikan tahun lalu (2023) RSUD Perdagangan melayani sebanyak 14 ribuan pasien rawat jalan dan 1500 an pasien rawat inap.

Dalam melayani pasien, di RSUD Perdagangan saat ini ada 20 orang dokter spesialis, 9 orang dokter umum dan 3 orang dokter gigi.

Selain RSUD Perdagangan, juga ada RSUD Parapat di Kota Pariwisata Parapat Danau Toba dan RSUD Tuan Rondahaim Saragih di Raya pun menjadi rumah sakit rujukan dalam mendapatkan layanan kesehatan di Kabupaten Simalungun. 

RSUD Parapat yang berada di kota Pariwisata Danau Toba Kecamatan Girsang Sipangan Bolon Kabupaten Simalungun, Sumut itu pun telah sukses menggelar operasi katarak (mata) pada pasien.

Direktur RSUD Parapat, dr Henry Jimmi Gultom didampingi Dokter Spesialis Mata, dr Mahar SpM menyampaikan bahwa, pihaknya telah menggelar operasi katarak setelah layananan kesehatan itu resmi dibuka di RSUD Parapat beberapa waktu lalu. 

Dr Jimmi Gultom menyampaikan, layanan kesehatan dibuka untuk membantu masyarakat dalam mendapatkan layanan kesehatan seperti operasi katarak, yang sebelumnya harus di rujuk ke rumah sakit di wilayah Pematangsiantar.

Layanan kesehatan mata tersebut dapat dilakukan di RSUD Parapat berkat dukungan dari Bupati Simalungun dengan melengkapi seluruh fasilitas alat-alat kesehatan dan dokter spesialis di RSUD Parapat sehingga mampu melayani operasi mata kepada masyarakat.

Ke depan, pelayanan deteksi Kanker dini (Papsmear) pun dapat dirasakan pasien di RSUD Parapat itu.

Pada Sabtu (9/2/2024) lalu, Bupati Simalungun telah melakukan peletakan batu pertama Pembangunan RSUD Parapat. Hal itu pun mendapat apresiasi dari Ketua Komisi II DPR RI Ahmad Doli Kurnia Tanjung. Dimana Bupati Simalungun dan Dirut RSUD Parapat dinilai begitu aktif dan gencar dalam mendapatkan anggaran dari pusat guna peningkatan layanan rumah sakit di Kabupaten Simalungun.

Bupati Simalungun pun menyampaikan pihaknya akan menyiapkan dokter-dokter spesialis yang profesional agar dapat memberikan pelayanan selama 24 jam di RSUD. 

Begitu juga dengan RSUD Tuan Rondahaim di Raya, juga telah memiliki fasilitas layanan Kesehatan yang cukup lengkap, antara lain Poli Bedah, Poli Anak, Poli Gigi, Poli Jiwa, Poli Paru, Neurologi dan layanan lainnya.

Keberadaan RSUD Tuan Rondahaim Pematang Raya ini bertujuan untuk mempermudah akses masyarakat pada layanan kesehatan. 

Selain itu, dengan fasilitas dan tenaga medis yang berkualitas, diharapkan masyarakat Simalungun, tidak harus pergi ke luar kota untuk mendapat layanan kesehatan.

Sementara Untuk Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tuan Rondahaim Saragih yang berlokasi di kompleks perkantoran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun di Pamatang Raya, Simalungun, Sumut itu sudah dapat menerima Pasien BPJS Kesehatan. 

Hal tersebut tertuang dalam Memorandum of Understanding (MoU) yang ditandangani oleh Direktur Utama (Dirut) RSUD Tn Rondahaim Saragih dr Henny Rosalia Pane bersama Kepala Cabang (Kacab) BPJS Kesehatan Siantar Kiki Christmar Marbun dan terhitung berlaku sejak tanggal 1 Maret 2024 lalu. 

Ditempat terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Kabupaten Simalungun Edwin Toni SM Simanjuntak, mengharapkan Semoga RSUD di Kabupaten Simalungun, yakni RSUD Tuan Rondahaim, RSUD Parapat dan RSUD Perdagangan benar-benar bisa menjadi RS rujukan, bukan hanya karena kelebihan fasilitas dan sumber daya manusianya, tetapi juga dapat menjadi rujukan (model) dalam aspek lainnya seperti kenyamanan, kebersihan, sistem pelayanan yang lebih cepat, ramah dan bersahabat.”

Visi RSUD di Simalungun tidak akan bisa diraih dan misi tidak akan bisa dijalankan bila tidak didukung seluruh jajarannya. Sehebat apapun pejabat struktural yang memimpin RSUD itu, tanpa didukung jajaran yang solid dan bekerja keras, maka visi dan misi akan menjadi slogan semata. Dalam bekerja, jajaran RSUD di Kabupaten Simalungun harus menjalankan Tata Nilai sebagai berikut:

  • KASIH : Nilai kasih kepada sesama manusia mendasari semua aktivitas dan pelayanan;
  • KOMITMEN : Bertekad untuk mendepankan dimensi mutu, yaitu (1) Aman, (2) Adil (3) Berorientasi Pasien, (4) Efisien, (5) Efektif, (6) Tepat Waktu dan (7) Integrasi;
  • DOA : Doa kepada Tuhan Yang Maha Esa mengawali dan menjadi landasan bagi setiap upaya kedokteran dan kesehatan yang dilakukan;
  • INTEGRITAS : Berupaya dengan sepenuh hati dan tenaga untuk memenuhi janji pelayanan dan bersikap jujur.

“Semoga dengan kejelasan arah yang telah tertuang dalam Visi, kejelasan langkah yang harus dilakukan yang tertuang dalam Misi dan kejelasan prinsip-prinsip dalam bekerja yang tertuang dalam Tata Nilai, maka RSUD di Kabupaten Simalungun optimis akan menyongsong era baru yang penuh tantangan,” ujar Edwin.

Advetorial