Model

Model

Model
Peristiwa

Dua Security Kebun Marjandi Dianiaya Pria Bersebo Saat Jaga di Pos

41
×

Dua Security Kebun Marjandi Dianiaya Pria Bersebo Saat Jaga di Pos

Sebarkan artikel ini

SIMALUNGUN – DIAN24NEW

Saat piket, dua karyawan BUMN menjadi sasaran amukan orang tak dikenal (OTK). Pasalnya, tiga orang pelaku memakai sebo (penutup wajah) menyerang kedua karyawan BUMN itu secara membabi buta di Pos Satpam Simpang Marjandi Nagori Marjandi  Jalan Besar Seribu Dolok Kecamatan Panombean Panei Kabupaten Simalungun. 

Model

Kedua satpam kebun Marjandi yang menjadi korban korban penyerangan adalah Rinto Silalahi (44) warga Emplasmen Marjandi Nagori Marjandi Kecamatan Panombean Panei Kabupaten Simalungun dan Wagiman (54), warga Marjandi Pondok lama Nagori Marjandi Embong Kecamatan Panombean Panei Kabupaten Simalungun. 

Peristiwa penganiayaan ini terjadi Minggu (23/7/2023), sekira pukul 03.00 Wib dini hari. Dilaporkan Minggu (23/7/2023), sekira pukul 11.39 Wib.

Informasi yang berhasil dihimpun, awalnya Minggu (23/7/2023), sekira pukul 03.00 Wib, korban Rinto Silalahi sedang piket jaga bersama dengan rekan kerjanya korban Wagiman. Kemudian, saat korban Rinto Silalahi sedang duduk didepan pos dan rekan kerjanya korban Wagiman sedang istirahat di dalam pos satpam.

Selanjutnya, secara tiba – tiba datang tiga orang laki – laki tak dikenal (OTK) dengan menggunakan sebo dan satu orang laki – laki tersebut mengeluarkan pisau dan mendorong korban Rinto Silalahi sambil mengancam dengan mengatakan “diam kau mati kau nanti”.

Lalu kemudian, korban Rinto Silalahi mendorongnya dan mengenai pisau yang dipegang oleh pelaku. Kemudian, kedua pelaku lainnya masuk kedalam ruangan pos satpam dan kemudian memukuli rekan kerjanya yakni korban Wagiman dengan menggunakan linggis dan kayu kopi dan saat itu korban Wagiman menjerit dan meminta tolong sambil keluar dari ruangan pos satpam tersebut dan pelaku pun berlari keluar dari pos tersebut yang saya tidak ketahui keman. Lalu korban Rinto Silalahi menolong rekannya tersebut (korban Wagiman) ke depan pasar dan membawanya kembali ke pos. 

Kemudian korban Rinto Silalahi menelepon saksi Koko Kaharudin Lumban Gaol (37), Hotbin Tampubolon (53) dan Saut Maruli Tua Haloho (53) dan papam. Lalu, oleh papam agar membawa kedua korban ke rumah sakit Rondahaim. Dan atas kejadian tersebut korban Rinto Silalahi mengalami luka koyak pada jari jempol sebelah kiri dan rekan kerjanya Wagiman mengalami luka koyak berdarah pada bagian kepala dan selanjutnya melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Panei Tongah agar pelaku ditangkap dan di proses sesuai dengan hukum yang berlaku di NKRI. 

Kepada dian24new.com, Asisten Personalia Perkebunan Marjandi Lavergo Saragih membenarkan peristiwa penganiayaan itu. “Benar adanya kejadian penganiayaan terhadap petugas jaga malam di pos jaga Simpang Marjandi. Dan korban Wagiman yang mengalami luka sudah kita bawa ke RSUD Rondahaim Batu Duapuluh, dan saat ini sudah dirujuk mendapat perawatan di RS Balimbingan Tanah Jawa,” ucap Lavergo Saragih

“Kami juga sudah membuat laporan ke Polsek Panei, dan berharap agar motif segera diketahui dan pelaku dapat ditangkap. Dan juga untuk antisipasi, kami juga sudah melakukan rapat internal dan memperkuat kemanan kebun” ucap Asisten Personalia Kebun (APK) Marjandi Karo Sekali menambahkan. 

Kapolsek Panei AKP Hilton Marpaung, melalui Kanit Reskrim Polsek Panei Ipda Lolorio Panjaitan kepada dian24new.com membenarkan kabar tersebut. Dan ia pun menceritakan kronologi tersebut

“Awalnya, Minggu (23/7/2023), sekira pukul 03.00 Wib, korban Rinto Silalahi sedang piket jaga bersama dengan rekan kerjanya korban Wagiman. Kemudian, saat korban Rinto Silalahi duduk didepan pos dan rekan kerjanya korban Wagiman sedang istirahat di dalam pos satpam.

Selanjutnya, secara tiba – tiba datang tiga orang laki – laki tak dikenal (OTK) dengan menggunakan sebo dan satu orang laki – laki tersebut mengeluarkan pisau dan mendorong korban Rinto Silalahi sambil mengancam dengan mengatakan “diam kau mati kau nanti”.

Lalu kemudian, korban Rinto Silalahi mendorongnya dan mengenai pisau yang dipegang oleh pelaku. Kemudian, kedua pelaku lainnya masuk kedalam ruangan pos satpam dan kemudian memukuli rekan kerjanya yakni korban Wagiman dengan menggunakan linggis dan kayu kopi dan saat itu korban Wagiman menjerit dan meminta tolong sambil keluar dari ruangan pos satpam tersebut dan pelaku pun berlari keluar dari pos tersebut yang saya tidak ketahui keman. Lalu korban Rinto Silalahi menolong rekannya tersebut (korban Wagiman) ke depan pasar dan membawanya kembali ke pos. 

Kemudian korban Rinto Silalahi menelepon saksi Koko Kaharudin Lumban Gaol (37), Hotbin Tampubolon (53) dan Saut Maruli Tua Haloho (53) dan papam. Lalu, oleh papam agar membawa kedua korban ke rumah sakit Rondahaim. Dan atas kejadian tersebut korban Rinto Silalahi mengalami luka koyak pada jari jempol sebelah kiri dan rekan kerjanya Wagiman mengalami luka koyak berdarah pada bagian kepala

“Pihak kitjuga sudah turun ke lokasi TKP. dan mengamankan barang bukti 1 (Satu) Batang Linggis terbuat dari Besi. 1 (Satu) Batang kayu kopi dan Sepasang Sarung tangan plastik warna kuning. Motif untuk sementara di duga para pelaku memiliki dendam pribadi dengan korban Wagiman,” ucap Kanit.

Hingga saat ini, lanjutnya, identitas para pelaku belum diketahui. Pihak Perkebunan Marjandi sudah melaporkan kejadian tersebut. Dan polisi akan tetap mengusut kasus ini,” jelas Kanit

” Tetap dilakukan pengusutan,” ujar Kanit 

 

Editor.         :      Taman Haloho

Wartawan. :       Gofindo Turnip