SIMALUNGUN I DIAN24NEW.com
PT Anugerah Nyata Perkasa yang mengerjakan Proyek Peningkatan Struktur jalan Propinsi jurusan T, Jawa – Batas Asahan lokasi Kabupaten Simalungun, dengan pagu Anggaran Rp.9.484.780.000 sumber dana APBD Propinsi Sumatera Utara dinilai merendahkan profesi wartawan.
Jadi gini, pada Kamis (12/12/2024), beberapa wartawan, terdiri dari media cetak dan online/cyber turun ke lokasi kegiatan proyek guna untuk konfirmasi terkait Proyek Peningkatan Struktur jalan Propinsi jurusan T, Jawa – Batas Asahan lokasi kabupaten Simalungun Dengan pagu Anggaran Rp.9.484.780.000 sumber dana APBD Propinsi yang di kerjakan Kontraktor PT.Anugerah Nyata Perkasa pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penata Ruang unit pelaksana Pematang Siantar yang diduga tidak memenuhi spesifikasi teknis.
Sesampainya wartawan di lokasi proyek, tepatnya disebuah warung kopi yang berada di samping mess proyek, dua orang pria mengaku disuruh pimpinannya marga Pakpahan selaku pelaksana kegiatan untuk menemui wartawan. Dan salah seorang mengaku marga Nababan.
“Darimana orang lae, saya disuruh Pakpahan untuk menemui orang lae dan Kaka. Pakpahan lagi berada di lokasi proyek lainnya”, ucap Nababan anggota Pakpahan itu.
Selanjutnya, Nababan mengaku bahwa ia juga seorang wartawan. Kemudian Nababan meminta Kartu Pers untuk difoto nya agar menjadi bukti ke pemimpinnya nanti. Dan setelah difoto akan diberi Rp 50 ribu.
Mendengar perkataan Nababan, spontan wartawan terkejut dan marah dengan apa yang dikatakan Nababan. “Kami disini untuk konfirmasi, terkait proyek Peningkatan Struktur jalan Propinsi jurusan T, Jawa – Batas Asahan, dan sudah bicaranya kami dengan pakoahan melalui telepon seluler dan kami disuruh menunggunya disini,” ucap salah seorang wartawan.
Kemudian, salah seorang wartawan kembali menghubungi Pakpahan melalui telepon seluler dan dari seberang telepon, Pakpahan juga mengaminkan apa yang disampaikan anggotanya bermarga Nababan. “Ya sudah jika mereka tidak mau terima, emang segitunya yang disiapkan Managemen untuk wartawan,” ucap Pakpahan dari sebrang telepon.
Dikonfirmasi wartawan melalui telepon seluler, Pakpahan selaku pelaksana kegiatan mengaku bahwa panjang proyek jalan yang dikerjakannya pebih kurang sepanjang 2 kilo dan aspal hotmik nya didatangkan dari Medan.
“Panjang jalan lebih kurang 2 kilo dan aspal hotmik dari Medan. Untuk apa itu lae,” ucap Pakpahan dari sebrang telepon seluler serasa bertanya.
Untuk pemberitaan, mendengar jawaban wartawan. Spontan Pakpahan meminta agar proyek Peningkatan Struktur Jalan Propinsi, Tanah Jawa – Asahan di Simalungun Anggaran Rp 9.484.780.000,00 yang dikerjakannya agar tidak diberitakan.
“Boasa songoni lae, unang ma songoni hita. (Mengapa seperti ini lae, janganlah seperti itu lae,” pintanya, kembali dijawab wartawan, “inilah tugas kami wartawan sebagai kontrol sosial, kemudian permisi sambil mematikan handponnya.
Sebelumnya diberitakan Pekerjaan infrastruktur jalan di Kabupaten Simalungun yang menggunakan APBD Propinsi Sumatera Utara (Prov Sumut) 2024 diduga dikerjakan asal jadi sehingga masih jauh sesuai harapan. Sejumlah kegiatan peningkatan jalan dalam bentuk aspal hotmix dan betonisa
si (cor) dinilai masih kurang berkualitas sebab minimnya pengawasan dan proses pengerjaannya asal jadi?
Salah satu Jalan Proyek Peningkatan Struktur jalan Propinsi jurusan T, Jawa – Batas Asahan lokasi kabupaten Simalungun Dengan pagu Anggaran Rp.9.484.780.000 sumber dana APBD Propinsi yang di kerjakan Kontraktor PT.Anugerah Nyata Perkasa pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penata Ruang unit pelaksana Pematang Siantar diduga tidak memenuhi spesifikasi teknis.
Dimana, proyek tersebut tidak mencantumkan lebar dan tinggi badan jalan, dengan pengecoran beton ini diduga kuat tidak sesuai dengan spesifikasi.
Dari pantauan beberapa media, Kamis (12/12/2024), yang turun langsung ke lokasi kegiatan proyek jalan dalam bentuk hotmix dan betonisasi (cor), secara kasat mata ditemukan beberapa kejanggalan diantaranya penggunaan plastik cor (Polytene) sebagai lantai kerja cor hanya dipasang pada sisi samping tidak dihampar memanjang secara sejajar dengan bakesting?, dimana plastik cor tidak menutup bagian dari bakesting
Padahal fungsi dari pekerjaan pemasangan plastik cor (polytene) untuk menutup bagesting, sehingga celah – celah pada bagian bawah bagesting tertutup. Sehingga pada waktu pelaksanaan pengecoran air semen tidak akan keluar dari adukan beton yang baru dicor?.
Demikian juga peralatan yang digunakan pada pelaksanaan pekerjaan tersebut terlihat tidak menggunakan concrete pavers yang alat berat ini biasanya digunakan untuk pekerjaan beton untuk menghampar beton ready mix?, yang fungsinya seperti pada pengerjaan asphalt finisher dan digunakan dalam proses pengecoran jalan raya hotmix -beton (“rigid pavement”) secara menerus dengan jaminan kualitas, kemiringan, dan kerataan sesuai dengan titik yang ditentukan dengan sangat akurat, bahkan aspal beton tersebut terlihat bergelombang dan sudah dilakukan tess drive?.
Masih dalam penelusuran tim media terlihat dalam pelaksanaan curing (perawatan beton) setelah beton mencapai final setting artinya beton telah mengeras, tidak dilaksanakan?. Sehingga beton dikhawatirkan akan mengalami keretakan karena kehilangan air yang begitu cepat.
Dilokasi pekerjaan proyek Peningkatan Struktur jalan Propinsi jurusan T, Jawa – Batas Asahan lokasi kabupaten Simalungun tidak ditemukan adanya konsultan pengawas dari PT ASTADIPATI DUTA HARINDO dan CV BALAKOSA KONSULTAN.
Dikonfirmasi wartawan melalui telepon seluler, Pakpahan selaku pelaksana kegiatan mengaku bahwa panjang proyek jalan yang dikerjakannya pebih kurang sepanjang 2 kilo dan aspal hotmik nya didatangkan dari Medan.
“Panjang jalan lebih kurang 2 kilo dan aspal hotmik dari Medan. Untuk apa itu lae,” ucap Pakpahan dari sebrang telepon seluler serasa bertanya.
Untuk pemberitaan, mendengar jawaban wartawan. Spontan Pakpahan meminta agar proyek Peningkatan Struktur Jalan Propinsi, Tanah Jawa – Asahan di Simalungun Anggaran Rp 9.484.780.000,00 yang dikerjakannya agar tidak diberitakan.
“Boasa songoni lae, unang ma songoni hita. (Mengapa seperti ini lae, janganlah seperti itu lae,” pintanya, kembali dijawab wartawan, “inilah tugas kami wartawan sebagai kontrol sosial, kemudian permisi sambil mematikan handponnya.
Sebelumnya, saat dikonfirmasi wartawan, Pakpahan mengaku lagi berada di lokasi proyek lain yang dikerjakan dan memerintahkan seorang bermarga Nababan dan rekannya untuk menemui wartawan yang telah menunggu di lokasi proyek Peningkatan Struktur Jalan Propinsi, Tanah Jawa – Asahan di Simalungun.
Aspal Dingin Dipaksa di Hampar pada Jalan Propinsi Tanah Jawa-Bts Asahan?
Proyek Peningkatan Struktur jalan Propinsi jurusan T, Jawa – Batas Asahan lokasi kabupaten Simalungun Dengan pagu Anggaran Rp.9.484.780.000 sumber dana APBD Propinsi di kerjakan Kontraktor PT.Anugerah Nyata Perkasa pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penata Ruang unit pelaksana Pematang Siantar, di nilai Masyarakat kualitas Aspal Hotmix tidak bermutu, pasalnya Penghamparan Hotmix Suhu sudah di bawah Standar 125 derajat Celcius terbukti masih terdapat Gumpalan Aspal Hotmix yang tersisa di lokasi.
Pantauan Di lokasi Kamis (12/12)Dimana masih dilakukan pekerjaan bahu jalan dan parit pasangan sementara Pekerjaan Jalan Dengan Hotmix sekitar 1 km sudah dilaksanakan namun ada Kejanggalan diduga Ketebalan dan Pemadatan Aspal Hotmix tidak Sesuai Dengan Spesifikasi Teknik, Dimana Permukaan jalan Tidak rata akibat Penggilasan dengan Tandem Tidak standar dengan 24 gilasan Berulang- ulang. Kemudian pekerjaan yang paling fatal Aspal Hotmix diduga Suhunya tidak sesuai dengan Standar dimana Permukaan Aspal terlihat Rongga- rongga dan Tumpukan Aspal Hotmix yang membeku yang tidak bisa di hampar lagi di letakkan dilokasi sehingga di duga Pekerjaan Penghamparan Hotmix di paksakan Walaupun suhunya sudah berkurang karena jarak yang di tempuh dari AMP jauh di tambah lagi Parkir di lokasi berjam Lamanya. Apalagi Curah hujan saat ini sangat tinggi dilokasi. (tim)







