Model
Regional

Pulang Ngamen, Hafiful Hadi Terkapar Usai Ditikam Geng Motor di Malam Tahun Baru

70
×

Pulang Ngamen, Hafiful Hadi Terkapar Usai Ditikam Geng Motor di Malam Tahun Baru

Sebarkan artikel ini

ASAHAN I DIAN24NEW.com

Hafiful Hadi, pemuda berusia 25 tahun yang kesehariannya mencari rejeki dari mengamen menjadi korban kebrutalan anak dibawah umur dan anak remaja yang tergabung dalam geng motor Kosbar pada malam tahun baru.

Hadi merupakan korban salah sasaran. Hadi terkapar di pinggir jalan tak berdaya usai ditikam hingga menembus paru-paru pada Rabu (1/1/25) sekitar pukul 04:00 WIB, sepulang mengamen.

“Terungkap ternyata pengamen yang ditikam oleh kelompok geng motor ini merupakan korban salah sasaran. Di mana, para pelaku anggota geng motor Kosbar saat itu mengejar korban dan melakukan penganiayaan secara bersama-sama,” kata Kapolres Asahan, AKP Afdhal Junaidi dalam keterangan pers pada Senin (6/1/25).Lalu

Baca Juga  Hadiri Musrenbang RPJMD dan RKPD Prov. Sumut, Bupati Simalungun Sambut Positif dengan Kolaborasi Antar-Daerah

Afdhal menjelaskan, anggota geng motor Kosbar mengira Hadi yang saat itu pulang dari mengamen adalah anggota kelompok geng motor lain yakni ASK (Anak Simpang Kawat) yang mereka cari.

“Karena pada saat itu korban terlihat membawa gitar yang diselipkannya di balik baju. Dan dikira oleh anak-anak geng motor Kosbar ini bahwa korban anggota geng motor ASK yang membawa senjata di balik bajunya,” kata Afdhal.

Akibat penyerangan tersebut, Hadi mengalami luka di sekujur tubuhnya karena dikeroyok oleh geng motor Kosbar, hingga mengalami luka tikaman di bagian perutnya yang mengenai bagian rusuk hingga paru-paru.

“Untuk yang melakukan penikaman ini sebenarnya ada lima orang pelaku, namun baru satu yang kami amankan berinisial IA 17 tahun. Empat lagi kami sudah imbau kepada sekolah dan keluarganya agar segera menyerahkan diri. Sementara itu puluhan anak lagi yang terafiliasi terlihat juga hari ini kita masih lakukan pembinaan dengan memanggil pihak sekolah dan orang tua mereka,” ujarnya

Baca Juga  Pemkab Simalungun Ambil Langkah Strategis, Bongkar Gapura Perbatasan Siantar-Saribudolok Demi Kelancaran Lalu Lintas

Sebelumnya, Hadi yang sehari-hari berprofesi sebagai pengamen, menceritakan bahwa insiden tersebut terjadi saat ia dan rekannya sedang dalam perjalanan pulang ke rumah di Kisaran, setelah selesai mengamen di Kota Tanjungbalai.

Ketika melintasi kawasan Sei Dadap sekira pukul 03.30 WIB, kelompok geng motor menghadang perjalanan mereka dan langsung menyerang menggunakan senjata tajam (sajam).

“Awalnya coba menahan serangan mereka dengan gitar yang saya bawa. Tapi, karena dikeroyok, tangan kanan saya robek, dan tubuh saya terluka parah,” ungkap Hadi yang kini tengah menjalani perawatan di rumah sakit.

Salah satu luka serius akibat sabetan celurit bahkan menembus paru-parunya, membuat korban kesulitan bernapas.

Dalam kesempatan itu, polisi juga mengamankan berbagai jenis sajam milik remaja yang diamankan ini di antaranya mulai dari ketapel, parang, pedang, celurit hingga kelewang.(Rik)