SIANTAR I DIAN24NEW.com
Sebanyak 12 lembaga dan kelompok masyarakat yang mewakili etnis Simalungun menggelar konferensi pers di Kedai Kopi Hordja, Jalan Wandelvad, Kelurahan Proklamasi, Jumat (31/10/2025) sore. Mereka menyampaikan aspirasi kepada DPRD Kota Pematangsiantar agar membentuk Panitia Khusus (Pansus) terkait dugaan penistaan terhadap identitas etnis Simalungun.
Mereka menyatakan keprihatinan atas tayangan dan publikasi kegiatan Wali Kota Pematangsiantar, Wesly Silalahi, yang dinilai menampilkan unsur budaya Batak Toba dalam acara yang diklaim mewakili identitas Simalungun. “Kami ingin agar nilai-nilai budaya Simalungun tetap dihormati dan dijaga. Ini bukan sekadar persoalan simbolik, tetapi menyangkut jati diri dan sejarah masyarakat yang telah lama hidup di tanah ini,” ujar Ketua Ikatan Keluarga Islam Simalungun (IKEIS), Drs. Lisman Saragih.
Lisman menambahkan bahwa keberagaman budaya di Kota Pematangsiantar harus dihargai dengan menampilkan setiap unsur budaya secara proporsional dan sesuai asalnya. “Kita harus saling menghargai, karena dari penghargaan itulah tumbuh persaudaraan dan rasa memiliki yang sesungguhnya,” tambahnya.
Adapun 12 lembaga yang tergabung dalam gerakan ini antara lain Gerakan Kebangkitan Simalungun Bersatu (GKSB), Pemangku Adat Cendekiawan Simalungun (PACS), Komite Nasional Pemuda Simalungun (KNPSI), dan lainnya.
Mereka menegaskan bahwa konferensi pers ini merupakan bentuk kepedulian terhadap pelestarian budaya dan nilai-nilai luhur etnis Simalungun, serta komitmen untuk menjaga keharmonisan sosial di Kota Pematangsiantar (***)







