Model
Simalungun

Ditinggal Mati Suami dan 5 Putranya Lumpuh, Ibu Tangguh dari Simalungun Rawat 8 Anak di Rumah Bukan Miliknya

69
×

Ditinggal Mati Suami dan 5 Putranya Lumpuh, Ibu Tangguh dari Simalungun Rawat 8 Anak di Rumah Bukan Miliknya

Sebarkan artikel ini

SIMALUNGUN – DIAN24NEW 

Seperti pepatah, satu ibu bisa mengurus semua anak-anaknya, namun belum tentu semua anak dapat mengurus satu orangtuanya. 

Hal inilah yang dijalani sehari – harinya oleh Suratmi (65), ibu tangguh dari Kabupaten Simalungun. Setelah ditinggal mati suaminya, Suratmi harus merawat 8 anak – anaknya di rumah yang bukan miliknya. Dan yang membuat miris hati, 5 dari 8 anak -anaknya terlahir lumpuh. 

Meski usianya yang kini semakin senja, Suratmi tetap sabar dan tabah mengurus kelima putranya yang lumpuh seperti balita. Melihat kedabaran dan ketabahannya, tak ayal Suratmi pun dijuluki sebagai ibu tangguh yang merawat delapan anak – anaknya seorang diri.

Dimana, ia  harus membesarkan anak-anaknya itu tanpa sentuhan dan bantuan suaminya, karena telah meninggal dunia. Dan saat ini, Suratmi (65) ibu dari 8 orang anak itu menghabiskan masa tuanya merawat 5 puteranya layaknya seperti balita. 

Keluarga Suratmi tinggal di sebuah rumah yang bukan miliknya di Jalan Hatirongga, Desa Pematang Simalungun, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Rumah petak yang ditempatinya itu milik sebuah yayasan yang telah mereka huni selama puluhan tahun.

Kisahnya berawal saat Suratmi menikah dengan suaminya Mujiman. Kemudian Suratmi melahirkan 3 perempuan dan 5 laki laki. 

Ketiga anak perempuannya bertumbuh sehat hingga dewasa dan masing masing telah berumah tangga.Namun berbeda dengan anak laki – lakinya. Awalnya terlahir sehat, namun belum sampai umur 1 tahun mendadak lumpuh.

Kondisi demikian dialami oleh kelima putera Suratmi yakni, Suwito (44), Adi (36), Rian (31) dan Sanrol (29). Sementara Amjah yang lahir pada tahun 1984 telah meninggal dunia menyusul ayahnya Mujiman (66).

Baca Juga  Warga Sarimatondang : Taat Ibadah, Kepemimpinan RHS Membawa Dampak Kemajuan di Simalungun 

Suwito, Adi dan Rian kondisinya sama sekali tak mampu berdiri dan berkomunikasi dengan baik. Mereka hanya terduduk dan merangkak. 

Sementara Sanro sejak lahir hanya bisa terbaring di kasur.Tubuhnya ringkih, otot-ototnya layu dan mengecil. Suratmi tak tahu persis apa yang menyebabkan 5 putranya itu lumpuh.

“Ketika seumuran berjalan, kami coba berdirikan, tetapi tidak mampu. Katanya karena polio, pastinya saya tidak tahu. Semua anak laki-laki kami tidak bisa jalan sejak bayi, yang perempuan tiga orang sehat-sehat, normal,” ucap Suratmi

Sejak melahirkan, Suratmi tak pernah jauh dari anak-anaknya itu.Tanpa sentuhan tangan Suratmi, kelima anaknya itu tak mampu mandiri Anak-anaknya ditempatkan di dua tempat tidur busa yang letaknya di ruang tamu dekat jendela. Ditempat itulah mereka merangkak, terbaring dan disuapi makan.

Untuk menafkahi keluarga itu, semasa hidup, suaminya Mujiman bekerja serabutan dan dia satu-satunya tulang punggung keluarga. Terkadang keluarga Suratmi mendapat bantuan dari orang orang yang bersimpati, kemudian hidup dari bantuan sosial (bansos) pemerintah.

Setelah ditinggal mati suaminya, Suratmi dibantu putri sulungnya, Sukasih, untuk menafkahi keluarga. Beruntung Sukasih tinggal tak jauh dari rumah yang ditempati ibunya itu.

Sukasih membenarkan kelima saudara laki-lakinya itu lahir normal namun mendadak mengalami kelumpuhan. Namun ia pun tak tahu pasti apakah dikarenakan polio atau lumpuh layu.

Ia mengatakan, gejala yang dialami hampir sama yakni otot tubuh layu hingga mengecil saat usia saudaranya itu berumur 3 bulan. Satu laki laki sudah meninggal. Sekarang ini tinggal empat. Kami semua perempuan sehat. Yang sakit ini semua yang laki laki,” kata Sukasih. 

Baca Juga  Sampaikan Pandangan Umum, Sejumlah Fraksi DPRD Kabupaten Simalungun Soroti Tingginya Silpa APBD 2023 Sebesar Rp130 Miliar Lebih

Belum pernah diperiksa. Kalau dulu kan, vaksin polio kan belum ada yang gitu gitu,” tambahnya. Saat dikunjungi Kapolres Simalungun AKBP Ronald F.C Sipayung saat awal menjabat.

Kali ini, kunjungan untuk yang Kedua kalinya, Kapolres Simalungun AKBP Ronald F.C Sipayung kembali mengunjungi kediaman Suratmi dan anak -anaknya di Desa Pamatang Simalungun, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun, Selasa (5/9/2023).

Dalam kunjungannya kali ini, Kapolres Simalungun AKBP Ronald F.C Sipayung bersama Kasat Reskrim AKP Rachmat Aribowo, Kapolsek Bangun AKP Esron Siahaan dan personil, tim petugas Dokter Kesehatan (Dokkes) Polres Simalungun.

Saat masuk ke dalam rumah, Kapolres langsung menyalam Suratmi, ibu dari 4 orang putra yang mengalami lumpuh layu tersebut. Ia didampingi putri sulungnya, Sukasih. 

Sukasih menjelaskan, ibunya telah berusia 65 tahun dan fungsi pendengaran sudah mulai berkurang. Kapolres, juga langsung menyapa keempat abang beradik yang mengalami lumpuh sejak mereka masih balita. Tiga orang bisa duduk di kursi, sedangkan seorang lagi hanya bisa terbaring di tempat tidur dan sedang sakit demam. 

Sambil berbincang dengan Suratmi dan Sukasih, AKBP Ronald mempersilahkan agar tim Dokkes memeriksa kesehatan masing – masing anak terutama yang sedang demam.

Dalam obrolannya, AKBP Ronald terus memberikan semangat dan penguatan kepada Suratmi yang kini tunggal merawat keempat anaknya setelah suaminya meninggal dunia beberapa tahun yang lalu. Sukasih yang tinggal tidak jauh dari kediaman ibunya, juga selalu memantau dan membantu merawat keempat adik adiknya.

Baca Juga  Brakkkk...! Pejalan Kaki Tewas Ditabrak Bus Sinar Sepadan di Simalungun

Kapolres Simalungun, AKBP Ronald F.C Sipayung menerangkan, bahwa kedatangan mereka merupakan bagian dari Kunjungan Kasih Polri Polres Simalungun Peduli Kemanusiaan. Mereka merasa kasihan akan sakit yang dialami keempat bersaudara yang sudah berlangsung sejak lama.

“Dan hari ini kita datang memberikan kepedulian terhadap masyarakat membutuhkan, 4 orang anak disabilitas. Kita memberikan semangat terus kepada ibu (Suratmi) supaya diberikan kesehatan, kekuatan mengurus putra putranya dan terus bersabar,” ujar Kapolres sambil merangkul Suratmi memberikan penguatan.

Lanjut Kapolres, pihaknya juga melakukan pemeriksaan kesehatan kepada keempat orang anak baik pemeriksaan tensi maupun kondisi tubuhnya. Untuk yang sedang sakit demam, diberikan obat obatan. AKBP Ronald berjanji, bahwa mereka akan rutin berkunjung dan memonitor kondisi kesehatan keempat anak disamping memberikan bantuan.

Ia memberikan bantuan materil kepada Suratmi berupa uang tunai untuk keperluan sehari hari dan sembako. Untuk tindakan lanjutan dari pihak kepolisian, AKBP Ronald menerangkan bahwa mereka akan terlebih dahulu berkonsultasi dengan Dokter Kesehatan Polda Sumatera Utara.

“Setelah kunjungan, kita berkonsultasi dengan Dokkes Polda. Kira kira apa arahan Polda kepada kita untuk penanganan selanjutnya. Apakah tindakan tindakan nantinya seperti perlu kita rujuk ke Medan atau ke rumah sakit lain biar dokter yang menilai,” tutur Ronald diakhiri dengan permisi kepada keluarga Suratmi.

 

 

Editor.        :    Taman Haloho