SIANTAR – DIAN24NEW
Caleg DPR RI dari Partai Gerindra (Gerakan Indonesia Raya) Nomor Urut 7 Dapil Sumut III, Budiman Damanik yang akrab dipanggil Ucok Damanik, menyatakan dirinya maju ke dunia politik untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat kecil di Sumatera Utara (Sumut), terutama kaum petani dan nelayan yang ada di Dapil Sumut III, meliputi, Kota Pematang Siantar, Kabupaten Simalungun, Dairi, Karo, Pakpak Barat, Batubara, Asahan, Tanjung Balai, Kabupaten Langkat dan Kota Binjai
Budiman Damanik calon legislatif nomor urut 7 dari partai Gerindra itu asli putra kelahiran Simalungun. Budiman menjalin komunikasi politik dengan lintas generasi.
“Tekad saya maju ke politik (menjadi Caleg DPR RI) tidak lain untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat kecil ini, petani dan nelayan,” kata Budiman Damanik yang akrab dipanggil Ucok Damanik itu, ditemui dian24new.com, di Siantar Hotel Kota Pematang Siantar, Sabtu (16/9/2023), malam.
Putra asli Simalungun, yang berasal dari Bahbirong Ulu, Kecamatan Sidamanik , Kabupaten Simalungun ini menilai potensi sumber daya alam (SDA) di Sumatera Utara, Khusunya Dapil Sumut III, secara umum sangatlah besar.
Namun pengelolaan yang tidak maksimal dan kebijakan pemerintah pusat yang seringkali kurang berpihak pada petani dan nelayan, akhirnya membuat potensi SDA itu tidak berhasil mensejahterakan masyarakat.
“Oleh karenanya saya pikir, melalui jalur politik dengan duduk di kursi DPR RI, kita bisa menyampaikan dan memperjuangkan aspirasi petani dan nelayan dengan mendorong kebijakan-kebijakan yang benar-benar berpihak pada masyarakat kecil ini,” katanya.
Budiman sudah melakukan berbagai indikator dalam skala prioritas program kerja. Program tersebut, terfokus pada aspek pertanian. “Dalam program kinerja tahunan, saya fokus pada kemajuan dan kemakmuran petani dan nelayan,” ujar Budiman Damanik
Budiman melanjutkan, sebagai putra kelahiran dari Simalungun, Budiman memiliki semangat yang menggelora untuk meningkatkan perekonomian Kabupaten Simalungun dan Kota Pematangsiantar.
“Saya lahir dan besar di Simalungun. Saya optimis mampu meningkatkan ekonomi Simalungun jika saya duduk di Senayan,” ujar Budiman.
Lebih lanjut disampaikan Budiman Damanik alias Ucok Damanik itu,”bahwa kita sengaja ikut dalam kontestasi politik di 2024 ini bukan semata-mata untuk mencari popularitas diri dan bukan bukan untuk mencari posisi kehormatan duduk di kursi DPR-RI, namun selaku warga yang asli lahir di Kabupaten Simalungun, saya merasa terpanggil dan punya tanggungjawab untuk membangun dan sekaligus menjembatani warga Kabupaten Simalungun dan Kota Pematang Siantar dalam berbagai hal kebutuhan dalam berbangsa dan bernegara, baik dari sektor pertanian, pendidikan dan sebagainya.
Sebelumnya, ditempat terpisah, Ketua Partai Gerindra Kabupaten Simalungun Sastro Sirait menegaskan, komitmen Partai Gerindra dalam mengusung Budiman Damanik tidak diragukan lagi. Sastro Sirait, yang saat ini menjabat Wakil Ketua DPRD Kabupaten Simalungun ini mengatakan, saat ini Partai Gerindra fokus pada rekrutmen saksi yang bertugas di TPS.
“Kami jelas garis lurus untuk Budiman Damanik. Saat ini Gerindra Simalungun tengah persiapan saksi TPS, ini merupakan bagian dari strategi pemenangan,” ujar Sastro, Jum’at (15/9/2023) siang di Jalan Bahagia, Kelurahan Kampung Kristen, Kota Pematangsiantar.
Kabupaten Simalungun dinilai strategis untuk Budiman Damanik.
Tokoh masyarakat Kota Pematangsiantar Dinul Nasution mengaku mengenal baik Budiman Damanik. Dalam aspek program visi dan misi Budiman Damanik dinilai mampu mewujudkannya.
“Saya mengenal Budiman Damanik, dengan jejaring yang kuat saya optimis Budiman Damanik mampu mewujudkan program visi dan misi nya,” ujar Dinul Nasution, dalam paparannya, Jum’at (15/9/2023) siang.
Pertemuan politik juga dihadiri para pengurus kecamatan. Saat ini Budiman Damanik sudah merampungkan susunan pengurusan tim pemenangan yang sudah tersebar di semua wilayah di Kota Pematangsiantar dan Kabupaten Simalungun.
Dalam pembentukan tim saat ini ratusan ribu warga di Kota Pematangsiantar Simalungun siap memenangkan Budiman Damanik.
Editor. : Taman Haloho







