Model

Model

Model
Simalungun

Kampanye We Ring The Bell Bagi Anak Disabilitas di Pusatkan di SD Swasta St Antonius Padua Tiga Dolok

54
×

Kampanye We Ring The Bell Bagi Anak Disabilitas di Pusatkan di SD Swasta St Antonius Padua Tiga Dolok

Sebarkan artikel ini

 

SIMALUNGUN – DIAN24NEW

Model

Yayasan Pusat Rehabilitasi Harapan Jaya Siantar gelar kampanye We Ring The Bell bagi anak disabilitas di SD Swasta St Antonius Padua Tiga Dolok Kecamatan Dolok Panribuan Kabupaten Simalungun Rabu (27/9/23) jam 09.30 wib. 

Acara dimulai dengan membunyikan lonceng atau alat instrumen oleh anak anak disabilitas dari Yayasan Harapan Jaya, kemudian doa pembukaan oleh P. Yosef Pandia OFM Conv. 

Disampaikan Pimpinan FCJM / Pimpinan Yayasan Putri Hati Kudus (YPHK ) Sr Theodosia Tinambunan /Sr Agnes Tambunan bahwa acara Bunyikan Lonceng untuk Pemenuhan Hak Pendidikan bagi Anak-anak Penyandang Disabilitas

Kampanye Pendidikan Inklusif, semua anak berhak Sekolah. Kegiatan ini guna membuka hati dan pikiran kita bahwa semua anak berhak mendapatkan pendidikan di sekolah manapun. Dalam arti anak penyandang disabilitas juga berhak memperoleh pendidikan diseperti layak anak anak yang normal” Ucap Sr Agnes Tambunan. 

Lanjutnya kita di sini berkumpul untuk merayakan dan mensyukuri bahwa anak-anak penyandang disabilitas bisa mendapatkan pendidikan, sekaligus mengingatkan diri kita juga bahwa masih banyak anak-anak penyandang disabilitas yang lain di pelosok daerah yang juga belum mendapatkan haknya untuk bersekolah” ujarnya saat memulai acara.

Sementara Kepala SD Swasta St Antonius Padua Tiga Dolok  Sr. Berliana Lumbanbatu  FCJM mewakili para kepsek se Kecamatan Dolok Panribuan menyampaikan banyak terima kasih kepada Bupati Simalungun ,  Dinas Pendidikan yang bekerja sama dengan Pusat Rehabilitasi Harapan Jaya yang memilih SD St Antonius Padua sebagai tuan rumah dalam acara We Ring The Bell bersama anak Harapan Jaya. 

“SD Swasta St. Antonius Padua Tiga Dolok akan mulai berbenah diri untuk mempersiapkan sekolah dengan sarana prasarana yang ramah untuk penyandang disabilitas. Demikian juga dengan Sekolah Sekolah yang lain diharapkan harus siap. Namun dalam hal ini berhubung kami di yayasan ini penuh keterbatasan fasilitas, maka kami sangat mengharapkan bantuan dari Pemkab Simalungun, Dinas Sosial, terlebih Dinas Pendidikan dan Stake holder. 

Tidak hanya itu kami juga meminta arahan dari Disdik terkait regulasi pendanaan difabel dibaetiap sekolah, ” kata Sr Beliana. 

Kemudian Kadisdik Simalungun Sudiahman Saragih SH mewakili Bupati Simalungun yang tidak dapat hadir, menyampaikan dengan tegas bahwa sekolah yang ada di Dolok Panribuan mulai dari PAUD/TK, SD, SMP dan SMA harus siap menerima anak difabel.

” Ring The Bell pada hari ini bertujuan agar setiap sekolah bersedia mendidik anak-anak kita penyandang disabilitas karena mereka juga sama seperti anak anak lainya yang normal mendapatkan pendidikan. Jika ada di sekolah manapun ada anak penyandang disabilitas bisa dilaporkan kepada Disdik dan siap membantu untuk mendapatkan dana guna biaya sarana dan prasarana. Kemudian Sudiahman juga menyarankan kepada guru guru agar membuat anak didik itu bagaimana cara belajar yang menyenangkan. Selain itu saya juga menekankan bahwa tugas pendidikan anak itu tidak hanya semata-mata tanggung jawab guru disekolah, tetapi juga tanggungjawab orang tua, ” tegas Kadisdik Simakungun. 

Demikian halnya Dinas Sosial Simalungun yang di wakili oleh Kabid Rehabilitasi Sosial Basaria Siamgunsong SH menyampailan dukungannya terhadap sekolah mana pun agar siap menerima anak anak disabilitas guna mendapatkan pendidikan yang layak. 

” Terkait bantuan dana untuk menyediakan sarana dan prasarana seperti yayasan Harapan Jaya Dinas Sosial Simalungun tetap siao berkontribusi” kata Basaria. 

Diakhir acara di tandai dengan penanda tanganan komitmen bahwa semua anak berhak mendapatkan pendidikan di sekolah manapun. 

Hadir pada Acara itu Bupati Simalungun diwakili oleh Kadisdik, Dinas Sosial oleh Kabid Basaria, Pastor Paroki St Antonius Padua Tiga Dolok Forkompincam, Pimpinan Yayasan Harapan Jaya dan orang tua siswa. 

 

Editor.         :      Taman Haloho

Wartawna.  :      Matius Waruwu