SIANTAR – DIAN24NEW
Sungguh tragis akhir hidup Anwar alias Raja Parulian Pardede (50), warga Perumahan Asido 5, Kelurahan Sumber Jaya Kecamatan Siantar Martoba, Kota Pematang Siantar, Sumatera Utara (Sumut).
Bapak empat anak dari tiga istri ini tewas terpanggang setelah kamar rumah tempat tinggalnya di Perumahan Asido 5 hangus dilalap sijaho merah, Minggu, (1/10/2023).
Korban meninggal dunia di dalam kamar rumahnya tersebut, korban tergeletak di atas springbed yang turut terbakar.
Jasad korban langsung dievakuasi dan dibawa ke RSUD Djasamen Saragih Pematang Siantar. Kobaran api berhasil dipadamkan oleh warga, Polsek Siantar Martoba dan Damkar.
Informasi yang dihimpun, sekira pukul 06.00 Wib, salah seorang tetangga korban mengaku sempat melihat ada kepulan asap keluar dari rumah korban. Selanjutnya, ada menghubungi pihak Damkar dan Polsek Siantar Martoba.
Saat Pemadam Kebakaran (Damkar) tiba di lokasi bersama personel Kepolisian dari Polsek Siantar Martoba, pintu rumah korban yang dalam keadaan terkunci, terpaksa harus didobrak dari luar dan masuk ke dalam rumah. Ketika pintu kamar di buka, korban ditemukan tewas dalam keadaan gosong di sampingi kipas angin.
Kapolsek Siantar Martoba, Iptu Riswan melalui Kanitres , Ipda Sahat Sinaga mengatakan, dari hasil Olah TKP, hanya kamar yang terbakar. Dan di dalam kamar tersebut, korban tergeletak di atas springbed yang turut terbakar.
“Soal asal api, bisa saja diduga karena api rokok,” ujarnya.
Sementara, pihak Damkar berusaha memadamkan api yang sudah mulai padam. Selanjutnya, jenazah korban dievakuasi personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pematang Siantar ke ruang jenazah RSUD Djasamen Saragih, Kota Siantar.
Amatan di ruang jenazah RSUD Pematang Siantar, tampak pihak keluarga korban dari Gang Rebung, Kelurahan Tomuan, Kecamatan Siantar Timur Kota Pematang Siantar, tiba di RSUD Pematang Siantar, Mengatakan bahwa korban memiliki empat orang anak dari tiga istri. Dua sudah bercerai dan terakhir tinggal bersama istrinya bernama Leni br Tampubolon (27) dan dikaruniai seorang putri yang masih Balita.
Salah seorang putri korban yang sudah gadis, tinggal di Gang Rebung, tampak terlihat terduduk lemas bersandar di kursi besi pintu masuk ruang jenazah sambil terisak. Seperti tak percaya, ayahnya yang tidak tinggal satu rumah dengannya harus menemui ajal dengan tragis.
Jelang beberapa saat, Leni br Tampubolon (27) istri korban tampak turun dari mobil kijang warna hitam sambil menggendong anak yang masih balita. Dengan langkah gontai dan dibantu beberapa orang, akhirnya masuk ke ruang jenazah.
Di ruang jenazah langsung berteriak histeris melihat kondisi sang suami dalam keadaan gosong tak bernyawa. Seperti tak percaya dengan kondisi sang suami yang begitu mengenaskan. “Pak, kenapa bisa begini pak, bapak…” katanya menjerit dan keluarga korban langsung mengambil anak dari gendongan.
Untuk menghindarkan hal yang tidak diinginkan, sang istri dipapah keluar dari ruang jenazah dan duduk di salah satu kursi. Saat itu mengatakan bahwa dia meninggalkan sang suami sendirian di rumah karena berangkat ke Tebing Tinggi untuk mengobati putrinya yang sakit, Jumat (28/9/2023).
Sementara, dari hasil kesepakatan keluarga korban dengan pihak Kepolisian, mereka ikhlas menerima kejadian tersebut karena kematian korban murni karena kebakaran. Sehingga, menolak dilakukan outopsi dan menandatangani perjanjian tidak akan menuntut di belakang hari.
Kemudian, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga untuk selanjutnya di bawa ke rumah orang tua korban di Gang Rebung, Kelurahan Tomuan, Kecamatan Siantar Timur, untuk disemayamkan.
Editor. : Taman Haloho










