Model
Peristiwa

Lampu Teplok Lalap Rumah Buruh Tani Beserta Isinya di Gunung Maligas

113
×

Lampu Teplok Lalap Rumah Buruh Tani Beserta Isinya di Gunung Maligas

Sebarkan artikel ini

SIMALUNGUN – DIAN24NEW

Buruh tani, Supriono (48 tahun) harus kehilangan harta benda karena rumahnya yang sederhana ludes terbakar. Persisnya di Huta 1 Nagori Karang Anyar, Kecamatan Gunung Maligas, Kabupaten Simalungun, Selasa (10/10/2023)  sekira jam 12.30 Wib.

Sebelumnya, korban meninggalkan rumah untuk bekerja di ladang berjarak  sekitar 200 meter, Namun dari kejauhan melihat ada kepulan asap berasal dari rumahnya. Tanpa pikir panjang, langsung berlari ke rumah yang ternyata kepulan asap itu berasal dari bagian depan .

Saat itu, korban sempat masuk ke rumah dari pintu belakang.  Namun, karena api sudah marak, korban  keluar dan berteriak kebakaran. Selanjutnya, teriakan itu mengudang warga untuk kemudian berhamburan membantu memadamkan api. 

Baca Juga  Bupati Samosir Hadiri Musrenbang RKPD Sumut 2027, Fokus Usulan SDM, Pertanian, dan Pariwisata

Ternyata, upaya untuk memadamkan api yang dilakukan korban bersama istrinya Mila sia-sia. Karena siang itu cukup panas, akhirnya merembes ke bagian lain dan tidak ada barang-barang yang sempat diselamatkan.

Barang-barang yang hangus terbakar diantaranya  1 unit sepeda motor merk Honda Beat, buku nikah, KTP suami istri, SIM B 2 umum, 2 unit HP 2 merk Vivo dan Oppo dan uang  Rp 4 juta. Sehingga, kerugian ditaksir sekitar Rp 40 juta.

Setelah api padam dan warga turut mengumpul puing-puing,  hadir juga Babinsa Koramil Bangun Serda Surya, Bhabinkamtibmas Polsek Bangun Aiptu Amril Yousnaidi, staf dan pegawai kecamatan Gunung Maligas.

“Tidak ada korban jiwa karena saat kebakaran, orang tidak ada berada di rumah,” ujar Bhabinkamtibmas Polsek Bangun Aiptu Amril Yousnaidi setelah melakukan olah TKP dan meminta keterangan dari sejumlah saksi.

Baca Juga  Rekontruksi Kasus Pembunuhan Suwandi di Gelar di Mako Polres Siantar 7 Pelaku Peragakan 25 Adegan

Sementara, kebakaran diperkirakan karena Supriono lupa mematikan lampu teplok yang tergantung di dinding rumah bagian belakang terbuat dari pelepah sawit.  “Waktu saya keluar dari rumah untuk bekerja, lupa mematikan lampu teplok,” katanya.

Hendry sebagai Kadus Huta 1, Karang Anyar menerangkan pihaknya mendapat informasi  kebakaran itu saat melakukan  rapat di Kantor Pangulu, “Ya, rumahnya berada di areal perladangan” ujarnya singkat sembari mengatakan peristiwa itu sudah dilaporkan kepada Pangulu setempat. (sn) 

Editor.        :     Taman Haloho