Model
Peristiwa

Mayat Pria Ditemukan Mengapung di Sungai Tongguran. Telungkup dan Sudah Membengkak Mengalami Pembusukan

103
×

Mayat Pria Ditemukan Mengapung di Sungai Tongguran. Telungkup dan Sudah Membengkak Mengalami Pembusukan

Sebarkan artikel ini

SIMALUNGUN I DIAN24NEW.com 

Warga Tangga Batu, Kecamatan Hatonduhan, Kabupaten Simalungun digegerkan dengan penemuan sesosok mayat yang mengapung di sungai Sungai Tongguran Blok 18, Senin (22/9/2025). 

Kasus ini tercatat dalam Laporan Polisi Nomor LP-A/14/IX/2025/Polsek Tanah Jawa/Polres Simalungun/Polda Sumatera Utara, tertanggal 22 September 2025. Lokasi penemuan mayat berada di Sungai Tongguran Blok 18 Nagori Tangga Batu, Kecamatan Hatonduhan, Kabupaten Simalungun.

Informasi awal diterima melalui Personil Kapos Hatonduhan Aiptu Yustan Nainggolan pada pukul 09.00 WIB dari laporan warga. “Kami menerima laporan bahwa telah ditemukan satu orang laki-laki yang berada di pinggiran Sungai Tongguran dengan kondisi terapung dan telungkup serta membengkak,” ungkap Kapolsek Tanah Jawa, Kompol Asmon Bufitra kepada Dian24New.com, Selasa (23/9/2025)

Korban berhasil diidentifikasi bernama Satria Sidauruk (33), waega Dusun Blok X Nagori Marihat Raja, Kecamatan Dolok Panribuan, Kabupaten Simalungun. Kondisi mayat korban sudah mengalami pembusukan dan diperkirakan telah meninggal dunia sekitar tiga hari sebelumnya,” ujar Kapolsek.

Baca Juga  Pembunuhan di Kafe Lotta Pematangsiantar Serahkan Diri, Sempat Buron dan Sembunyi di Parapat

Meski menghadapi tantangan medan yang ekstrem, tim gabungan yang dipimpin Kapolsek berhasil mencapai Tempat Kejadian Perkara (TKP) dengan selamat. Tim terdiri dari Panit Opsnal Intelkam, Panit 2 Opsnal Reskrim, dan anggota piket fungsi yang berkoordinasi dengan Kepala Desa Marihat Jaya, petugas SAR, serta Dinas Kesehatan dari Puskesmas Hatonduhan.

Erwin Manurung (38), petugas honorer Puskesmas Buntu Turunan yang melakukan pemeriksaan luar terhadap jasad korban, memberikan hasil yang mengejutkan. “Dari hasil pemeriksaan luar yang saya lakukan, tidak ada ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban,” ucap Erwin Manurung kepada tim penyidik.

Keterangan penting datang dari Nilson Sitinjak (44), paman korban yang menjadi saksi kunci dalam kasus ini. “Korban selama ini mengidap penyakit linglung,” ungkap Nilson Sitinjak menjelaskan riwayat kesehatan korban kepada petugas yang menangani kasus tersebut.

Baca Juga  Tragedi Disaluran Irigasi Persawahan Lokasi Pembangunan Jalan Tol Hutagurgur Toruan Nagori Simpang Panei, Mayat Pria Dengan Kisah Mengejutkan

Saksi lain yang memberikan keterangan adalah Jefri Sitinjak (21), seorang wiraswasta yang masih memiliki hubungan keluarga dengan korban, dan Musli Siadari (54), petani lokal yang turut menyaksikan proses penemuan dan evakuasi mayat tersebut.

Tim Polsek Tanah Jawa melakukan serangkaian tindakan profesional meski dalam kondisi medan yang menantang. Mereka melakukan olah TKP secara menyeluruh, mengamankan barang-barang di lokasi kejadian, dan melakukan interogasi terhadap para saksi dengan teliti.

“Kami berkoordinasi dengan Pangulu Nagori Tangga Batu Hendro P. Silalahi dan pihak Puskesmas setempat untuk memastikan penanganan yang komprehensif,” jelas Kapolsek mengenai langkah koordinasi yang dilakukan timnya.

Personil yang terlibat dalam misi berbahaya ini antara lain Iptu Wagihardi, S.H., Ipda Leo Simangunsong, Aiptu Richard H. Sianturi, dan Aipda Royen Sinurat. Mereka semua bekerja di bawah komando langsung Kapolsek Tanah Jawa dalam kondisi medan yang sangat menguji kemampuan fisik dan mental.

Baca Juga  Musrenbang Siantar Timur 2026: DPRD Desak Kesehatan Gratis dan Tambahan Rp5 Miliar untuk Infrastruktur

Keluarga korban menyatakan sikap yang sangat bijaksana dalam menyikapi tragedi ini. Mereka menerima dengan ikhlas peristiwa kematian dan meyakini bahwa korban meninggal akibat tenggelam di sungai yang diperparah oleh penyakit linglung yang dideritanya.

“Keluarga korban memohon agar tidak dilakukan autopsi pada mayat korban dan telah membuat surat pernyataan resmi,” ujar Kapolsek menjelaskan permintaan keluarga.

Kasus ini menunjukkan profesionalisme dan dedikasi Polri dalam melayani masyarakat, bahkan ketika harus menghadapi medan yang berbahaya dan kondisi yang sangat menantang. Polsek Tanah Jawa kembali membuktikan komitmennya memberikan pelayanan terbaik tanpa mengenal waktu dan medan. (th)