Model
Peristiwa

Kedapatan Mencuri HP, Pemuda Asal Sidamanik Babak Belur di Hajar Warga Tomoan Siantar, Lalu Dilepas

86
×

Kedapatan Mencuri HP, Pemuda Asal Sidamanik Babak Belur di Hajar Warga Tomoan Siantar, Lalu Dilepas

Sebarkan artikel ini

SIANTAR – DIAN24NEW 

FD warga Sidamanik Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara babak belur dihajar massa lantaran kepergok aaat hendak mengambil sebuah handpone milik Asro warga Kelurahan Tomuan, Kecamatan Siantar Timur,  Kota Pematang Siantar, Sumatera Utara (Sumut).

Masyarakat tiba-tiba heboh dan berkumpul setelah mendengar teriakan maling dari pinggir sungai Bah Bolon,  belakang pabrik rokok Wongso, Kelurahan Tomuan, Kecamatan Siantar Timur,  Kota Pematang Siantar, Senin (9/10/2023) sekira jam 16.00 Wib.

Ternyata, ada maling berjenis kelamin laki – laki berusia sekitar 19 tahun berhasil ditangkap oleh sejumlah pemuda tanggung dan langsung dihajar dengan pukulan dan tendangan ke arah bagian badannya. Bahkan, maling yang mengenakan kaos hitam itu tampak hanya menutup wajah untuk menghindari pukulan. 

Baca Juga  Operasi P4GN di Siantar, Razia Gabungan Sasar Tempat Hiburan Malam

“Katanya dia mau pergi ke sungai. Tapi, melihat pintu rumahku terbuka, dia masuk dan mengambil HP  dari atas kursi. Untung  tiba-tiba ku tengok dan kukejar. Terus kupiting  di pinggir sungai. HP punya ku itu masih ditangannya,” ujar Asro pemilik HP di tengah kerumunan. 

Ketika massa semakin ramai dan marah karena barang berharga warga sekitar pernah hilang tetapi tidak diketahui siapa malingnya, sang maling diseret ke depan rumah RT di Gang H Rupino yang hanya beberapa meter dari  pinggir sungai.

Saat itu, warga kembali berusaha menghajarnya. Namun,  sejumlah perempuan yang didominasi omak-omak berusaha melerai. Kemudian, maling yang tertangkap basah itu ditanya siapa namanya dan dimana rumahnya.

“Namaku F marga D. Rumahku di  Sidamanik,” katanya membenarkan mencuri  HP dari rumah yang pintunya terbuka.  Waktu mau ke sungai kutengok pintu rumahnya terbuka, aku masuk  dan mengambil HP di atas kursi,” katanya mengaku.

Baca Juga  Polres Simalungun Adakan Gelar Perkara Pembunuhan Jonres Sinaga

Mendengar  pengakuan maling itu, warga tak percaya rumahnya di Sidamanik. Sehingga dipaksa untuk mengaku lagi. Namu, tetap mengatakan maling tersebut rumahnya di Sidamanik. Selanjutnya ada warga kembali memukul pelaku. Namun,  akhirnya dilarang omak-omak. Padahal, sejumlah anak laki-laki sempat marah karena ada orang yang berani masuk ke Tomuan untuk mencuri.

“Biar kita beri dia pelajaran supaya jera. Kalau ditempat lain mungkin sudah dihabisi maling ini sampai modar. Enak kali dia datang masuk ke kampung orang untuk mencuri. Kek mana kalau ada lagi maling masuk ke tempat kita ini,” kata lelaki lainnya.

Akhirnya, antara lelaki dengan omak-omak sempat berbeda pendapat. Namun demikian, sang maling akhirnya  disuruh minta maaf kepada pemilik HP dan berjanji tidak akan menjadi maling lagi. Selanjutnya, sang maling dibawa ke tepi Jalan Pattimura dan disuruh  pergi meski masih sempat ada yang memberinya tendangan.

Baca Juga  Teriakan dan Tangisan Wak Butet Menderita Sakit Stroke Pecah Ditengah Malam Saat Sijago Merah Hanguskan Rumahnya

“Kita Sudah tandai mukanya karena sempat ada tadi yang memvideokan dan mempoto. Pokoknya, kalau ada lagi maling masuk ke  lingkungan kita, bakal tak ada ampun. Kalau maling tadi masih kita maafkan,” kata warga yang akhirnya membubarkan diri satu persatu. (sn)

 

Editor.       :     Taman Haloho