Model
Ekonomi

Wali Kota Pematangsiantar Paparkan Rencana Strategis Pengendalian Inflasi

102
×

Wali Kota Pematangsiantar Paparkan Rencana Strategis Pengendalian Inflasi

Sebarkan artikel ini

SIANTAR I DIAN24NEW.com

Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi SH MKn memaparkan rencana strategis pengendalian inflasi di High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Wilayah SISI BATAS LABUHAN, Kamis (13/11/2025).

Wesly menerangkan bahwa Kota Pematangsiantar mengalami deflasi -0,31 persen (m-t-m); 5,1 persen (y-o-y); dan 4,19 persen (y-t-d) pada Oktober 2025. Inflasi tertinggi tahun 2025 ini mencapai 5,48 persen (y-o-y) dan 4,51 persen (y-t-d) pada September 2025, dengan komoditas andil tertinggi yakni cabai merah.

Wesly menjelaskan bahwa upaya pengendalian inflasi di Kota Pematangsiantar meliputi Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif. Beberapa program unggulan pengendalian inflasi di Kota Pematangsiantar adalah kesepakatan bersama antara TPID Kota Pematangsiantar dengan Koperasi Konsumen Rezeki Halal Barokah (RHB) tentang pengendalian inflasi.

Baca Juga  Pemkab Simalungun Gelar Review Kinerja Penurunan Stunting, "Kerja Ekstra, Cerdas, dan Kolaboratif!"

Wesly juga menyampaikan strategi pengendalian inflasi di Kota Pematangsiantar untuk jangka pendek dan jangka menengah, di antaranya contract farming penanaman cabai merah di dua kecamatan, penjajakan KAD dengan Kabupaten Batubara, dan gencar melaksanakan Gerakan Pangan Murah (GPM) dan Operasi Pasar Murah (OPM) menjelang HBKN.

Wesly menyatakan bahwa telah dilakukan Gerakan Pasar Murah dengan kanal pembayaran Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sebagai bagian dari kolaborasi TP2DD dengan TPID.(ril/th)