Simalungun

Debit Air Kecil Penyebab Petani Padi di Huta Bayu Raja Beralih Tanam Jagung, Bupati RHS Janji Turunkan Alat Berat

70
×

Debit Air Kecil Penyebab Petani Padi di Huta Bayu Raja Beralih Tanam Jagung, Bupati RHS Janji Turunkan Alat Berat

Sebarkan artikel ini

SIMALUNGUN – DIAN24NEW

Usai melakukan launching Layanan perekaman dan pencetakan Kartu Tanda Pendudukan Elektronik (KTP-El), Bupati Simalungun Radiapoh Hasiholan Sinaga (RHS) meninjau saluran irigasi di Kecamatan Huta Bayu Raja, Simalungun, Sumut, Kamis (21/9/2023).

Hal itu dilakukan Bupati untuk merespon keluhan masyarakat Kecamatan Huta Bayu Raja terhadap kondisi debit air irigasi yang mengaliri lahan persawahan masyarakat tidak lancar. 

Salah seorang masyarakat di Huta Bayuraja, Meswanto, sebelumnya menjelaskan tentang kondisi irigasi kepada Bupati Simalungun saat berbincang-bincang di acara launching KTP-El di Kantor Camat Huta Bayu Raja

“Dulunya para petani menanam padi, sehingga daerah Huta Bayu Raja merupakan penghasil padi terbesar di Kabupaten Simalungun. Namun terakhir sebagian besar beralih ke jagung, dikarenakan air tidak lancar ke persawahan,”ucap Meswanto.

Saat berada di titik lokasi irigasi, Bupati melihat kondisi debit air yang mengalir di irigasi itu tidak lancar dan sebagian besar areal persawahan telah beralih fungsi ke tanaman jagung.

“Aliran air ini dari mana? Apakah dari sungai atau dari mata air?,” tanya Bupati kepada Meswanto saat berdiskusi di lokasi titik irigasi.

Menjawab pertanyaan itu, Meswanto menjelaskan kalau aliran irigasi tersebut bersumber dari mata air, yang debit mata air sudah berkurang karena sebagian air nya sudah di pergunakan untuk kebutuhan air minum oleh PDAM Tirta Lihou.

Melihat kondisi ini, Bupati yang didampingi Camat Huta Bayu Raja bersama Forkopimca dan sejumlah masyarakat menuju lokasi sumber air, yang selama ini di gunakan masyarakat untuk mengairi persawahan masyarakat dan ternyata debit air nya sudah sangat kecil.

“Kalau hujan sajalah baru aliran irigasi ini besar dan dapat mengaliri persawahan. Kalau kita menambah debit airnya dari sungai akan lumayan jauh dan itu pun dari aliran sungai Bah Kasindir. Itupun sangat sulit kalau kita buat,”terang Meswanto di lokasi sumber air.

Mendengar hal itu, Bupati Simalungun menyampaikan bahwa, saat ini dunia sedang mengalami krisis ketahanan pangan terkhusus beras. 

“Jadi inilah momen yang harus kita ambil kalau Kabupaten Simalungun bisa menjadi penghasil padi terbesar,”kata Bupati.

Bupati mengatakan bahwa, Kabupaten Simalungun juga masuk sebagai penghasil padi terbesar, dan Huta Bayu Raja inilah salah satu penyumbang nya. 

“Jadi itu harus kita pertahankan dan saat ini dunia sedang krisis pangan. Ini bisa menjadi momen buat kita,” ujarnya.

Untuk masalah irigasi dalam mengairi persawahan, Bupati mengatakan akan diselesaikan secara bertahap. 

“Kita turunkan alat berat untuk mengorek sedimen yang berada di sepanjang irigasi ini,”ucap Bupati dan disambut baik oleh masyarakat. 

 

Editor.        :   Taman Haloho